Banjir di OKU Selatan
Banjir Bandang dan Longsor Terjadi OKU Selatan, Puluhan Rumah Terendam & Rusak, Akses Jalan Terputus
Tingginya curah hujan sejak sore hari memicu meluapnya aliran sungai hingga merendam puluhan rumah warga dan memutus akses menuju lokasi.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Banjir bandang dan longsor akibat hujan deras merendam 20 rumah, satu hanyut, dan enam lainnya rusak di Desa Manduriang.
- Akses menuju lokasi terputus, evakuasi awal dilakukan warga bersama aparat setempat.
- BPBD OKU Selatan bergerak ke lokasi, namun terkendala medan dan jaringan komunikasi.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang Dusun 4, 6, dan 8 Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan BPR Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, Sabtu (28/3/2026) malam.
Tingginya curah hujan sejak sore hari memicu meluapnya aliran sungai hingga merendam puluhan rumah warga dan memutus akses menuju lokasi.
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 20.30 WIB, debit air sungai meningkat drastis hingga meluap menjadi banjir bandang, diikuti longsoran tanah yang menghantam permukiman warga.
Laporan sementara mencatat sedikitnya 20 rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.
Satu rumah dilaporkan hanyut terbawa arus, empat rumah mengalami kerusakan, serta dua rumah lainnya terdampak longsor.
Selain itu, jalan utama penghubung antar dusun ikut terendam dan tertutup material longsor, menyebabkan akses masuk ke lokasi terputus.
Sejumlah warga dari Dusun 6 turut terdampak, di antaranya Awan (45) bersama istrinya Waraimi (43), serta beberapa keluarga lain seperti Wipi (35) dan Ayu Safira (16), hingga keluarga Riki (30) yang tinggal bersama istri dan dua anaknya.
Mereka terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari potensi banjir susulan dan longsor lanjutan.
Baca juga: Antisipasi Potensi Banjir, Debit Air di Sungai Sebagut, Penungkal, dan Abab di PALI Dipantau
Baca juga: Momen Seorang Bocah Nekat Hentikan Bupati Banyuasin Saat Beri Bantuan Banjir, Ternyata Minta Dipeluk
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan, terutama akibat satu unit rumah yang hanyut dan kerusakan pada sejumlah bangunan lainnya.
Upaya penanganan awal dilakukan oleh aparat setempat bersama warga. Babinsa Koramil 403-10/BPR Ranau Tengah bersama perangkat desa dan masyarakat melakukan evakuasi mandiri serta pemantauan kondisi di lapangan.
Warga bergotong royong membantu korban yang terdampak sambil menunggu bantuan dari tim gabungan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan kejadian dan langsung mengerahkan tim menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta penanganan darurat.
“Tim kami sudah bergerak ke lokasi sejak malam kejadian. Namun hingga saat ini akses menuju desa masih terhambat akibat longsor dan jalan yang terputus. Kami terus berupaya membuka akses agar bantuan bisa segera masuk,” ujar Indra Gunawan, Minggu (29/3/2026).
Ia menambahkan, BPBD bersama instansi terkait akan memprioritaskan evakuasi warga, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan logistik bagi korban terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Banjir-Bandang-dan-Longsor-Terjadi-OKU-Selatan-Puluhan-Rumah-Terendam-Rusak-Akses-Jalan-Terputus.jpg)