Advertorial

Mengenal Sagarurung, Makanan Khas PALI Jadi Potensi Unggulan Desa Tanjung Kurung

Saat ini, terdapat sekitar 20 pelaku UMKM di Desa Tanjung Kurung yang fokus memproduksi Sagarurung sebagai komoditas unggulan desa.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI- Desa Tanjung Kurung menjadi rumah bagi Sagarurung, sebuah hidangan khas yang lahir dari kearifan lokal dan kekayaan alam perairan setempat.

Makanan tradisional berbahan dasar ikan pilihan ini diolah dengan perpaduan bumbu rempah serta teknik memasak warisan leluhur, menghasilkan cita rasa lezat, gurih, dan autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.

Kepala Desa Tanjung Kurung, Taufik, menjelaskan bahwa desa dengan luas wilayah sekitar 10.000 hektare ini mayoritas penduduknya menggantungkan hidup sebagai petani karet dan nelayan.

Namun, di balik aktivitas pertanian tersebut, denyut ekonomi kreatif mulai tumbuh melalui tangan dingin para ibu rumah tangga.

Saat ini, terdapat sekitar 20 pelaku UMKM di Desa Tanjung Kurung yang fokus memproduksi Sagarurung sebagai komoditas unggulan desa.

Taufik menaruh harapan besar agar kuliner ini tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

"Harapan kami ke depan masyarakat seluruh Indonesia ini mencicipi makanan khas di Desa Tanjung Kurung," ujar Taufik dengan penuh optimisme sembari menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kabupaten PALI atas dukungan yang diberikan.

Baca juga: Video Kampung Jengkol di PALI, Produk Unggulan Siap Guncang Pasar Nasional

Salah satu sosok di balik lestarinya kuliner ini adalah Nur, seorang pengusaha Sagarurung yang telah menekuni usahanya selama lebih dari dua dekade.

 

Menurut dia, Sagarurung memiliki daya tahan yang cukup lama meski tanpa bahan pengawet buatan. Nur menjelaskan bahwa keunggulan Sagarurung terletak pada proses pengolahannya yang teliti sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang terjaga kualitasnya.

"Sudah jualan Sagarurung lebih dari 20 tahun. Makanan ini tahan dua hari, tidak basi. Lebih bagus lagi, setelah mateng langsung dimakan. Jadi hangat-hangat tuh enak makannya," ungkap Nur menceritakan kenikmatan menyantap hidangan tersebut dalam kondisi segar.

Dari tangan-tangan terampil yang meracik cita rasa ini, Sagarurung bukan sekadar hidangan untuk memanjakan lidah, melainkan telah menjelma menjadi peluang usaha yang nyata dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya dan potensi lokal mampu menjadi kekuatan besar untuk membangun kesejahteraan desa.

Dengan cita rasa yang lezat dan tradisi yang kuat, Sagarurung siap membawa nama Desa Tanjung Kurung bersinar lebih terang di peta kuliner Nusantara. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved