Berita Ogan Komering Ilir

Detik-detik Puting Beliung Terjang Air Sugihan OKI, Atap Sekolah Hilang hingga Pondasi Rumah Miring

Suasana mencekam menyelimuti warga di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Rabu (4/3/2026) sore.

Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Hujan deras yang disertai angin puting beliung selama satu jam memporak-porandakan bangunan di dua desa, yakni Desa Negeri Sakti dan Desa Pangkalan Damai, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). 

Ringkasan Berita:
  • Desa Negeri Sakti dan Desa Pangkalan Damai di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Rabu (4/3/2026) sore dihantam hujan deras yang disertai angin puting beliung selama satu jam.
  • Kejadian yang berlangsung sekira pukul 17.00 WIB ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. 
  • Meski kerusakan bangunan cukup masif, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Suasana mencekam menyelimuti warga di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada Rabu (4/3/2026) sore. Hujan deras yang disertai angin puting beliung selama satu jam sukses memporak-porandakan bangunan di dua desa, yakni Desa Negeri Sakti dan Desa Pangkalan Damai.

Kejadian yang berlangsung sekira pukul 17.00 WIB ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial. 

Dalam video yang beredar, tampak bangunan los pasar di Desa Negeri Sakti Jalur 29 Blok 8 roboh rata dengan tanah, memicu kepanikan warga yang langsung mendatangi lokasi kejadian.

Sekretaris Desa (Sekdes) Negeri Sakti, Heru Setiawan menceritakan betapa cepatnya alam menunjukkan kekuatannya. Menurutnya, pusaran angin puting beliung muncul hanya 20 menit setelah hujan lebat mengguyur.

"Angin berputar-putar di areal pasar hingga merobohkan 5 unit los pasar dari total 12 los yang ada disana. Kejadiannya sangat cepat," ujar Heru dikonfirmasi pada Sabtu (7/3/2026) sore

Meski kerusakan bangunan cukup masif, Heru memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Selain pasar, ada puluhan rumah warga yang rusak ringan dan saat ini sudah mulai diperbaiki secara gotong royong," tambahnya.

Akibat bencana ini, kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, terutama karena kerusakan berat pada konstruksi pasar dan fasilitas sekolah. Namun, aktivitas ekonomi di pasar desa Negeri Sakti dipastikan tidak akan mati total.

"Masih ada beberapa los pasar tersisa dan bisa digunakan untuk aktivitas jual beli warga," jelasnya.

Sementara Kapolsek Air Sugihan, Iptu Belky Framulia menyatakan pihaknya bersama jajaran Koramil dan Pemerintah Kecamatan telah turun langsung melakukan peninjauan ke titik-titik terdampak.

"Setelah kejadian kami langsung melakukan peninjauan bersama dengan Koramil Air Sugihan dibantu warga setempat untuk melakukan pembersihan puing," ungkapnya.

Atas adanya kejadian ini, Iptu Belky mengimbau warga tetap waspada, mengingat cuaca ekstrim yang masih berpotensi terjadi.

"Kami minta masyarakat selalu siaga dan berhati-hati guna mengantisipasi jika ada bencana serupa terulang kembali," pesannya.

Berdasarkan data rincian kerusakan yang terjadi sebagai berikut.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved