Bulan Ramadan

Jelang Idulfitri, Disdag OKI Sidak ke SPBU, Pangkalan LPG Hingga Kantor Ekspedisi, Cegah Kecurangan

Disdag OKI menggelar sidak ke sejumlah SPBU di Jalintim, stasiun pengisian elpiji, hingga jasa ekspedisi jelang hari raya Idulfitri 1447 Hijirah.

Dokumentasi/Disdag OKI
SIDAK -- Disdag OKI saat menggelar sidak ke SPBU di jalur lintas timur (Jalintim) guna memastikan ketepatan ukuran BBM yang dijual. Selain itu razia juga digelar di sejumlah pangkalan elpiji dan kantor ekspedisi guna memastikan tak ada kecurangan menjelang Idulfitri. 

Ringkasan Berita:
  • Disdag OKI menggelar sidak ke sejumlah SPBU di Jalintim, stasiun pengisian elpiji, hingga jasa ekspedisi menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijirah/2026.
  • Tim memeriksa dan memastikan ketepatan alat ukur takar, timbang, dan perlengkapannya. 
  • Pengawasan metrologi legal ini wajib dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Bidang Kemetrologian menggelar sidak ke sejumlah SPBU di jalur lintas timur (Jalintim), stasiun pengisian elpiji, hingga jasa ekspedisi menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijirah/2026.

Sidak dilakukan guna memastikan perlindungan bagi konsumen dalam hal ketepatan ukuran.

Untuk itu tim yang terjun ke lapangan memeriksa dan memastikan ketepatan alat ukur takar, timbang, dan perlengkapannya. 

Langkah ini diambil mengingat periode hari besar keagamaan nasional (HBKN) merupakan isu strategis yang memicu lonjakan aktivitas ekonomi, terutama pada arus mudik dan pengiriman barang.

Dikatakan Kepala Dinas Perdagangan OKI, Syahrul melalui Kabid Kemetrologian, Nurul Hidayat pengawasan metrologi legal ini wajib dilakukan untuk menghindari kecurangan yang dapat merugikan masyarakat.

"Kami telah melaksanakan kegiatan pengawasan dan pemantauan sejak tanggal 23 Februari sampai 5 Maret 2026. Sesuai surat edaran Kementerian Perdagangan terkait pengawasan HBKN yang menyasar tiga objek utama," ujar Nurul saat dihubungi Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post pada Sabtu (7/3/2026) pagi.

Menurutnya, fokus utama petugas memastikan takaran bahan bakar minyak (BBM) di jalur utama mudik.

Mengingat mobilitas kendaraan akan meningkat tajam, ketepatan pompa ukur BBM menjadi prioritas.

"Kami melakukan pengawasan di 12 titik SPBU yang tersebar di sepanjang jalan lintas timur mulai dari Kecamatan Mesuji hingga Kayuagung. Selain itu, satu titik vital di rest area jalan tol KM 311 A juga sudah kami cek," jelasnya.

Tidak hanya BBM, petugas memeriksa SPBBE PT Sarana Agung Gas di Kecamatan Kayuagung untuk menjamin berat tabung elpiji dan jasa ekspedisi J&T Express.

"Di lokasi jasa ekspedisi kami mengecek timbangannya karena menjelang Lebaran frekuensi pengiriman paket meningkat drastis. Jangan sampai konsumen dirugikan karena timbangan yang tidak akurat," sambungnya.

Dari hasil pengawasan di lapangan, Nurul memastikan seluruh sarana perdagangan yang diperiksa telah memenuhi standar metrologi legal.

"Kami menjamin takaran di lokasi-lokasi tersebut sudah sesuai ketentuan. Alat takar tersebut diperiksa cap tanda tera (CTT)-nya masih berlaku atau tidak, hasil pengukurannya masih sesuai atau tidak, serta apakah digunakan sesuai peruntukannya," kata Nurul memastikan keamanan transaksi bagi masyarakat.

Meski hasil pantauan menunjukkan kondisi aman, Dinas Perdagangan OKI tetap membuka pintu bagi masyarakat yang merasa dirugikan terkait takaran atau timbangan saat bertransaksi.

"Bila nantinya ada konsumen masih mengeluhkan kondisi takaran, silakan datang dan lapor langsung ke Dinas Perdagangan. Petugas kami akan segera turun ke lokasi untuk menindaklanjuti, terutama di masa puncak menjelang Lebaran ini," ujarnya. 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved