Bulan Ramadan

Materi Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 1447 H/2026, Khidmat dan Penuh Makna untuk Refleksi Diri

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Marilah kita panjatkan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan, iman, dan kesempatan berharga ini, sehi

Freepik
ILUSTRASI KHUTBAH - Berikut akan disampaikan Materi Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 1447 H/2026, Khidmat dan Penuh Makna untuk Refleksi Diri 

TRIBUNSUMSEL.COM - Masyarakat Indonesia memiliki perbedaan jadwal Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah, yang dimana versi Muhammadiyah sudah berlebaran hari ini, Jumat (20/3) dan versi NU akan berlebaran besok Sabtu (21/3).

Maka dari itu, hari ini Jumat (20/3) masih bisa dianggap sebagai hari Jumat terakhi di Bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.

Adapun para Jamaah Sholat Jumat akan mendengarkan materi Khutbah Jumat bertemakan penghujung Ramadhan yang suci.

Berikut sajian selengkapnya teks Khutbah Jumat penghujung Ramadhan yang berkesan, khidmat dan penuh makna untuk refleksi diri, melansir dari NU Banyumas.

____

Materi Khutbah Jumat Akhir Bulan Ramadhan 2026

"Melepas Ramadhan dengan Harapan dan Doa"

Khutbah I

اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita panjatkan syukur ke hadirat Allah SWT atas nikmat kesehatan, iman, dan kesempatan berharga ini, sehingga kita bisa menunaikan salat Jumat di penghujung Ramadhan yang suci.

Di akhir Ramadhan, hati umat muslim bergelora dengan dua perasaan yang saling bertautan: kegembiraan sekaligus kesedihan.

Gembira karena telah lulus ujian menahan hawa nafsu, menuju kemenangan besar Idul Fitri. Namun, di sisi lain, sedih karena harus berpisah dengan bulan Ramadhan yang penuh keistimewaan ini.

Kanjeng Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِذَا كَانَ آخِرُ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ بَكَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْمَلَائِكَةُ مَصِيبَةً لِأُمَّةِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَصِيبَةٍ هِيَ؟ قَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: ذَهَابُ رَمَضَانَ، فَإِنَّ الدَّعَوَاتِ فِيهِ مُسْتَجَابَةٌ وَالصَّدَقَاتُ مَقْبُولَةٌ وَالْحَسَنَاتُ مُضَاعَفَةٌ وَالْعَذَابُ مَدْفُوعٌ.

“Jika malam terakhir Ramadhan tiba, langit, bumi, dan para malaikat menangis karena musibah bagi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ditanyakan kepada beliau: ‘Wahai Rasulullah, musibah apakah itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Perginya Ramadhan. Karena sesungguhnya di bulan Ramadhan itu semua doa dikabulkan, sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan siksa ditangguhkan.'”

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved