Berita Musi Rawas
Volume Sampah di Musi Rawas Naik Hingga 6 Ton Perhari Selama Ramadan, Kulit Kelapa Mendominasi
Selama bulan Ramadhan, volume sampah di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel meningkat hingga 5-6 ton setiap harinya. yang didominasi limbah kelapa muda.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Volume sampah di Kabupaten Musi Rawas meningkat hingga sekitar 25 ton per hari selama Ramadan, naik dari biasanya 19–21 ton.
- Kenaikan tersebut didominasi limbah kelapa muda dan ampas tebu yang banyak dikonsumsi masyarakat saat berbuka puasa.
- Meski armada pengangkut terbatas, DLH Musi Rawas memastikan sampah masih dapat ditangani dan mengimbau warga tidak membuang sampah ke sungai.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Selama bulan Ramadhan, volume sampah di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel meningkat hingga 5-6 ton setiap harinya. yang didominasi limbah kelapa muda.
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Musi Rawas, Yudi Ernawanto mengatakan, di hari biasa volume sampah hanya berkisaran 19-21 ton per hari. Namun, selama Ramadan naik menjadi 25 ton perhari.
"Kalau hari biasa paling volume sampah kita hanya 19 ton, tapi selama bulan Ramadhan ini mencapai 25 ton setiap harinya," katanya pada Jumat (6/3/2026).
Jumlah tersebut lanjut dia, diketahui dari hasil pengangkutan yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Musi Rawas yang ada di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK).
"Hanya saja di bulan Ramadhan ini, sampah kita didominasi limbah kelapa muda atau dogan ada juga ampas tebu," ucapnya.
Ditambahkannya, hal itu dikarenakan konsumsi kelapa muda saat Ramadhan meningkat, dibanding hari biasanya. Karena banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk menu berbuka puasa.
"Banyak masyarakat kita yang berguna puasa pakai kalapa muda. Jadi tidak heran kalau limbah kelapa muda mendominasi saat puasa," jelasnya.
Baca juga: M Wirayuda Mahasiswa Teknik Informatika UBD Kembangkan Wesite Bank Sampah Grafa Pena
Baca juga: Kaji Ulang Perda Retribusi Sampah, Pemkot Lubuklinggau Akan Terapkan Tarif Sesuai Volume
Meskipun demikian masih katanya, peningkatan volume sampah selama Ramadan, masih bisa diatasi. Walaupun dengan keterbatasan armada angkut yang dimiliki saat ini.
"Walaupun volume sampah kita yang signifikan, tapi masih bisa kami atasi," ungkapnya.
Ditambahkannya, untuk armada pengangkut sampah yang dimiliki DLH Musi Rawas saat ini hanya 7 unit. Sehingga untuk mencegah penumpukan sampah di TPS, maka pengangkutannya dinaikan.
"Misal sehari biasanya 2 hari sekali kita angkut, sekarang kita angkut setiap hari," tegasnya.
Terlepas dari itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih tertib membuang sampah di tempatnya yang telah disediakan.
"Kemudian yang kami tekankan adalah jangan membuang sampah ke sungai karena dapat mencemari lingkungan," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsaap Tribunsumsel.com
| Harga Bawang Merah dan Bawang Putih di Musi Rawas Terus Naik, Terdampak Pasokan Belum Maksimal |
|
|---|
| Kecelakaan Saat Kejar Jambret yang Ambil HP dan Dompetnya, Wanita di Musi Rawas Alami Luka Parah |
|
|---|
| Ular Kobra 1,5 Meter Masuk Kantor Bappeda Musi Rawas, Sembunyi di Saluran Pembuangan Kamar Mandi |
|
|---|
| Jual Narkoba ke Polisi, Pria di Musi Rawas Ditangkap Dengan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi |
|
|---|
| Cara Melaporkan Lampu Penerangan Jalan Umum yang Rusak di Musi Rawas, Kini Ditangani Dishub |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Volume-Sampah-di-Musi-Rawas-Naik-Hingga-6-Ton-Perhari-Selama-Ramadan-Kulit-Kelapa-Mendominasi.jpg)