Idul Fitri
Daftar Kawasan Jalan Rusak dan Berlubang di Muara Enim Jelang Arus Mudik, Dikeluhkan Warga
Oktavianus (50), warga Muara Enim, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan maksimal.
Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Pengguna Jalan Lintas Sumatera ruas Muara Enim–Simpang Meo mengeluhkan banyaknya jalan rusak dan berlubang, meski Idul Fitri tinggal beberapa pekan lagi.
- Warga berharap perbaikan dilakukan permanen dengan pengaspalan, bukan sekadar ditimbun batu, karena kerusakan telah lama terjadi dan membahayakan pengendara.
- Bupati Edison menyebut perbaikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan ditargetkan rampung paling lambat H-10 Lebaran agar arus mudik lancar.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM - Masyarakat Kabupaten Muara Enim, khususnya para pengguna jalan, mengeluhkan kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) ruas Muara Enim–Simpang Meo yang banyak mengalami kerusakan dan berlubang.
Padahal, Hari Raya Idul Fitri tinggal beberapa pekan lagi dan belum terlihat adanya perbaikan signifikan.
Berdasarkan pantauan, Minggu (1/3/2026), pasca pelarangan angkutan batubara melintas di Jalinsum, arus lalu lintas memang relatif lancar dan udara tidak lagi berdebu.
Namun, persoalan utama kini adalah kondisi jalan yang rusak parah di sejumlah titik.
Pengendara harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari dan saat musim hujan, karena banyak lubang dalam yang berpotensi menyebabkan kecelakaan maupun kerusakan kendaraan.
Kerusakan terparah ditemukan di wilayah Desa Keban Agung dan Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, serta di Kecamatan Tanjung Agung dan Panang Enim. Beberapa titik berada di jalur turunan, tanjakan, dan tikungan, sehingga semakin membahayakan pengendara.
Oktavianus (50), warga Muara Enim, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa perbaikan maksimal.
“Kerusakan sudah lama, sudah banyak yang celaka. Karena tidak kunjung diperbaiki, kerusakannya tambah besar dan banyak. Apalagi ketika dahulu angkutan batubara masih melintas jadi bertambah parah,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat segera melakukan perbaikan permanen karena jalan tersebut merupakan akses utama dan urat nadi perekonomian masyarakat, terlebih menjelang arus mudik Lebaran.
“Kami minta kalau diperbaiki jangan hanya ditimbun batu saja, tetapi harus tuntas diaspal supaya lebih tahan lama. Kalau cuma ditimbun batu, tidak lama rusak lagi,” harapnya.
Baca juga: Ganti Rugi Rencana Pembangunan Flyover Ujan Mas Muara Enim Belum Jelas, Warga Tuntut Kepastian
Baca juga: H-10 Hari Raya Idul Fitri Jalan di Muara Enim Dipastikan Mulus, Perbaikan Jalan Rusak Digenjot
Sementara itu, Bupati Muara Enim, Edison, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan.
Ditargetkan, perbaikan jalan nasional di wilayah Muara Enim rampung paling lambat H-10 sebelum Idul Fitri agar arus mudik berjalan lancar.
“Ini sebagai tindak lanjut dari banyaknya keluhan masyarakat atas kondisi jalan yang rusak parah dan berlubang di sejumlah titik, terutama di wilayah Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.
Edison menjelaskan sebagian besar jalan yang rusak berstatus jalan nasional, sehingga pemerintah daerah tidak dapat menggunakan APBD untuk memperbaikinya.
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Daftar-Kawasan-Jalan-Rusak-dan-Berlubang-di-Muara-Enim-Jelang-Arus-Mudik-Dikeluhkan-Warga.jpg)