Berita Travel
Mengenal Tari Cang-Cang Kayuagung, Dari Sindiran Kisah Cinta Beda Kasta Menjadi Simbol Persaudaraan.
Menjadi ruh dalam kegiatan upacara pernikahan di Kayuagung, Tari Cang-Cang membuktikan seni tarian dapat menjadi pemersatu masyarakat.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Kayuagung menjadikan Tari Cang-Cang sebagai bagian penting dalam prosesi pernikahan adat yang merekatkan kebersamaan masyarakat.
- Tarian yang diciptakan pada 1962 ini terinspirasi kisah cinta beda kasta dan berkembang menjadi simbol penerimaan serta persaudaraan.
- Selain sebagai hiburan, Tari Cang-Cang menjadi identitas budaya yang terus diwariskan agar tetap lestari dari generasi ke generasi.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Menjadi ruh dalam kegiatan upacara pernikahan di Kayuagung, Tari Cang-Cang membuktikan seni tarian dapat menjadi pemersatu masyarakat.
Dimana lewat lambaian selendang dan gerak spontan, tarian ini mengajak siapa saja untuk ikut larut dalam kegembiraan dan kebersamaan yang penuh makna.
Tari Cang-Cang merupakan tarian pergaulan tradisional yang hingga kini terus hidup dan jadi primadona di setiap prosesi adat masyarakat Kecamatan Kayuagung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) OKI, Ahmadin Ilyas, menjelaskan tarian ini terinspirasi dari kisah cinta beda kasta antara Juliah seorang bangsawan dan Bastari seorang pemuda miskin.
"Awalnya, gerakan nyancang adalah sindiran ironis dari keluarga Juliah kepada besannya yang miskin. Namun, seiring berjalannya waktu, sindiran itu justru berubah menjadi simbol penerimaan,"
"Mereka akhirnya mengalungkan selendang dan menari bersama dalam kegembiraan," ujar Ahmadin sewaktu diwawancarai pada Rabu (18/2/2026) siang.
Berdasarkan sejarah yang ada, tarian ini secara resmi diciptakan tahun 1962 oleh Nyonya Eli Tokia dan terus dilestarikan sebagai media pergaulan untuk mempererat tali persaudaraan antara tuan rumah dan tamu undangan.
"Identitas budaya masyarakat Kayuagung terpancar kuat melalui busana yang dikenakan para penari. Jika dulu memakai baju Pesalin Seguguk, kini penari tampil anggun dengan kebaya kurung modern," ungkapnya.
Baca juga: 5 Tradisi Asli Kabupaten OKI Sumsel Ditetapkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Ada Tari Cang Cang
Baca juga: Tari Dundang: Dari Tradisi Desa ke Warisan Budaya Nasional
Menurutnya, ada beberapa elemen penting dari busana tari cang-cang yaitu sanggul malang dan kembang goyang yang mampu menambah keanggunan wajah penari.
Selanjutnya kalung penanda yang melambangkan status pernikahan. Serta adanya selendang digunakan penari perempuan untuk menarik tamu agar ikut menari bersama.
"Bagi masyarakat Kayuagung, tari cang-cang bukan hanya tontonan. Tarian berfungsi sebagai ekspresi dalam menyalurkan kegembiraan dalam upacara pernikahan,"
"Media sosialisasi untuk menjalin keakraban antara warga lokal dan tamu luar. Kemudian simbol identitas cerminan budaya yang diwariskan secara turun-temurun agar tidak hilang ditelan zaman," terangnya.
Ahmadin menyatakan kini, tarian cang-cang akan terus diwariskan dari generasi ke generasi, memastikan bahwa identitas budaya Kayuagung tetap hidup dan terus memberikan kehangatan bagi siapa saja yang berkunjung ke sana.
"Tari ini adalah sarana hiburan yang lahir dari kegembiraan spontan. Lewat cang-cang, kita menunjukkan di Kayuagung, semua orang adalah saudara," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Museum Situs Gua Harimau Padang Bindu, Museum Purbakala Terbesar di Sumatera, Ikon Pariwisata OKU |
|
|---|
| Bendung Perjaya OKU Timur Jadi Tumpuan Pedagang Ikan Hasil Tangkapan dari Sungai Komering |
|
|---|
| Kafe Apung Kopi AD, Sensasi Ngopi Sambil Menikmati Jembatan Ampera di Sungai Musi Palembang |
|
|---|
| Green Paradise Pagar Alam Jadi Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Dempo, Top 10 Tempat Wisata Sumsel |
|
|---|
| Mengenal 'Mengantar Petulung' Budaya OKU Selatan yang Kini Banyak Dimodifikasi , Tergerus Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Mengenal-Tari-Cang-Cang-Kayuagung-Dari-Sindiran-Kisah-Cinta-Beda-Kasta-Menjadi-Simbol-Persaudaraan.jpg)