OTT KPK di Muara Enim
Daftar 4 Tersangka Kasus OTT Bupati Muara Enim Edison, Ada Keponakan hingga Sekdis
Dari total 10 orang yang sebelumnya terjaring operasi senyap di Jakarta dan Sumatera Selatan, KPK resmi menetapkan 4 orang sebagai tersangka utama.
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- KPK resmi menahan 4 orang tersangka hasil OTT kasus suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Muara Enim.
- Para pelaku menggunakan modus buka-tutup rekening atas nama office boy (OB) untuk menyamarkan uang suap senilai hampir Rp2 miliar.
- Salah satu tersangka swasta, Cory Erin Hardi, keluar dari ruang pemeriksaan dengan rompi tahanan nomor 88 dan langsung dibawa ke rutan.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Kasus dugaan suap menjerat sejumlah nama pejabat di Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan penahanan terhadap para tersangka pasca gelar perkara yang dilakukan oleh pimpinan KPK pada Senin (8/6/2026) malam.
Dari total 10 orang yang sebelumnya terjaring operasi senyap di Jakarta dan Sumatera Selatan, KPK resmi menetapkan 4 orang sebagai tersangka utama.
Berikut adalah daftar pihak yang ditahan oleh KPK terkait kasus suap tersebut:
1. Edison (Bupati Muara Enim)
Kepala Daerah Kabupaten Muara Enim periode 2025–2030 yang diduga kuat menerima aliran dana suap sebagai pelicin proyek.
2. Abi Nurwardani (Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
Pejabat birokrasi Pemkab Muara Enim tahun 2026 yang ikut dijerat karena instansinya menjadi sasaran utama proyek pengadaan yang dikondisikan.
3. Cory Erin Hardi
Marketing PT Millenium Solusi Abadi yang berperan sebagai pemberi suap dari rekanan swasta.
4. Adi Triadi
Rekanan swasta yang ikut ditetapkan sebagai tersangka, yang dalam konstruksi perkara diketahui merupakan keponakan dari Bupati Edison.
Baca juga: Bupati Muara Enim Edison Tersangka Dugaan Suap Pengadaan, Pengamat: Titik Paling Rawan Korupsi
Tersangka Cory Erin Hardi Tertunduk
Salah satu tersangka dari pihak swasta, Cory Erin Hardi, terpantau turun dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, pada Selasa (9/6/2026) pukul 13.20 WIB.
Ia keluar dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye bernomor dada 88.
Sambil berjalan menuju kendaraan tahanan, Cory memilih bungkam, menundukkan kepala dengan tatapan kosong, serta tidak merespons satu pun pertanyaan awak media.
Dalam OTT tersebut, tim penyidik berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai berbagai pecahan serta saldo pada rekening penampungan dengan nilai total hampir Rp2 miliar.
Aliran dana ini diduga digunakan untuk memuluskan sejumlah proyek pengadaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, khususnya pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa para tersangka menerapkan strategi khusus untuk menyembunyikan uang suap tersebut, salah satunya dengan meminjam identitas Office Boy (OB) di lingkungan pemkab untuk membuka rekening penampungan.
| Sosok Abi Nurwardani, Sekretaris Disdikbud Tersangka Kasus Bupati Muara Enim, Baru 3 Bulan Menjabat |
|
|---|
| 4 Bupati Muara Enim Terjerat Korupsi dalam Satu Dekade, Ahli Hukum Unsri: Modusnya Mirip |
|
|---|
| Modus Suap Bupati Muara Enim Gunakan Rekening OB Tampung Gratifikasi, Ditutup Jika Uang Habis |
|
|---|
| Sosok Cory Erin Hardi, Wanita Jadi Tersangka Suap di OTT Bupati Muara Enim, Modus Pakai Rekening OB |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Edison Tersangka Dugaan Suap Pengadaan, Pengamat: Titik Paling Rawan Korupsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jubir-kpk-budi-prasetyo-terbangkan-bupati-muara-enim-edison-ke-jakarta.jpg)