Berita OKI

Ratusan Sekolah di OKI Gunakan Papan Tulis Digital, Bupati Juga Tekankan Kompetensi Guru

Pemkab OKI membagikan ratusan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif, laptop dan internet satelit di ke sekolah

Tayang:
Dokumentasi/Pemkab OKI
PENGGUNAAN PAPAN DIGITAL -- Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki saat peluncuran program Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif, laptop hingga dukungan internet satelit di SMPN 6 Kayuagung, Sabtu (14/2/2026) siang. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab OKI membagikan ratusan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif, laptop dan internet satelit di ke sekolah
  • Sebanyak ratusan sekolah yang selama ini terisolasi dari sinyal seluler mendapat bantuan tersebut
  • Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menegaskan di era digital adaptasi bukan pilihan melainkan kebutuhan

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Ratusan sekolah di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai mengadopsi teknologi pembelajaran modern salah satunya melalui penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital interaktif.

Alat teknologi itu dibagikan Pemkab OKI lewat program digitalisasi sekolah yang diluncurkan secara masif.

Selain papan tulis digital, Pemkab OKI juga menyalurkan bantuan laptop hingga dukungan internet satelit bagi wilayah selama ini terisolasi dari sinyal seluler.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan OKI, M Refly, penyaluran fasilitas tersebut untuk 479 SD negeri dan swasta, lalu 150 SMP negeri dan swasta.

Sedangkan bagi jenjang pendidikan PAUD dari total 560 lembaga, baru 256 menerima perangkat. Sisanya 304 lembaga, ditargetkan menyusul tahun ini.

"Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima dan kini memasuki tahapan optimalisasi pemanfaatan. Untuk PAUD akan menerima secara bertahap," ujar Refly saat peluncuran program di SMPN 6 Kayuagung pada Sabtu (14/2/2026) siang.

Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam di OKI, Polisi Amankan 12 Orang Positif Narkoba 

Menurutnya, perangkat baru bisa dipakai pasca terpasang ruang kelas dan guru mendapat pelatihan teknis

"Sejumlah guru sebelumnya sudah mengikuti pelatihan di Provinsi Jakarta dilibatkan sebagai narasumber berbagi pengalaman penggunaan smart board dan integrasi materi ajar," ungkapnya.

Sementara Bupati OKI, Muchendi Mahzareki menegaskan pengadaan alat canggih hanya langkah awal.

Kunci keberhasilan transformasi ini terletak pada sumber daya manusia yakni para guru.

"Program ini lompatan kemajuan. Tapi saya ingatkan, jangan sampai perangkat mahal ini hanya menjadi pajangan. Kuncinya pada kesiapan dan kompetensi guru dalam mengoperasikannya," tegas Bupati.

Dikatakan lebih lanjut, di era digital adaptasi bukan pilihan melainkan kebutuhan. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi dan keterampilan digital siswa agar tidak tertinggal dengan daerah lain.

Di balik kecanggihan teknologi, Pemkab OKI memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan tenaga pendidik.

Muchendi memastikan gaji guru non-PNS yang sebelumnya bergantung pada dana BOS, kini dialihkan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui APBD.

"Ada penyesuaian gaji PPPK, khususnya PPPK paruh waktu yang menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun kami berupaya memberi kepastian status, termasuk pengangkatan guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta peningkatan kesejahteraan," ujarnya

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved