Berita Muara Enim

Puluhan Tahun Warga Pagar Agung Muara Enim Keluhkan Jalan Lumpur, Pemkab Janji Cari Solusi Terbaik

Jalan berlumpur di Dusun 7, Desa Pagar Agung, Muara Enim selama puluhan tahun terus dikeluhkan warga, Pemkab buka suara.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi/Pemkab Muara Enim
JALAN RUSAK -- Tampak kendaraan dinas double cabin milik Pemkab Muara Enim terjebak lumpur saat melakukan survei untuk pembangunan jalan desa di Desa Pagar Agung, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim. Sudah puluhan tahun warga mengeluhkan jalan tersebut yang berlumpur dan sulit dilalui. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan berlumpur di Dusun 7, Desa Pagar Agung, Muara Enim selama puluhan tahun terus dikeluhkan warga
  •  Kades Desa Pagar Agung, Harlenson SE mengatakan, selama dua periode menjabat ia terus mengusulkan perbaikan jalan di sana sepanjang 22 KM namun baru terealisasi 600 meter saja
  • Kadis PUPR Muara Enim melalui Sekretaris Iwan Setiawan SE MM mengatakan pihaknya masih mencari solusi terbaik terkait perbaikan jalan berlumpur tersebut

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARA ENIM -- Warga Dusun 7, Desa Pagar Agung, Kecamatan Rambang, Kabupaten Muara Enim, keluhkan kondisi jalan berlumpur yang sudah berlangsung sejak puluhan tahun. 

Diketahui, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk mendukung perekonomian masyarakat setempat.

"Setiap tahun selalu saya usulkan di setiap Musrenbang, namun hanya dibantu 600 meter jalan cor, padahal jalan desa tersebut panjangnya sekitar 22 km," ujar Kades Desa Pagar Agung, Harlenson SE, Selasa (10/2/2026).

Menurut Harlenson, bahwa selama 11 tahun (dua periode) menjabat kades Pagar Agung, setiap tahun ia selalu mengusulkan untuk pembangunan jalan desa tersebut, sebab benar-benar sangat mendesak dan menyengsarakan masyarakatnya. Namun setiap diusulkan selalu tidak terealisasi. 

Dan baru sekali diberikan bantuan yakni jalan cor beton sepanjang 600 meter di jalan desa tersebut.

Dikatakan Kades, bahwa jalan desa tersebut sudah dibangun sejak tahun 1977 lalu oleh masyarakat secara swadaya.

Dan selama kepemimpinannya, ia sudah dua kali menganggarkannya dalam APDes masing-masingnya Rp 200 juta untuk memperbaiki jalan tersebut menggunakan alat berat.

Bahkan pihaknya juga telah berupaya patungan dengan menyisihkan keuntungan dari menjual karet untuk membangun dan memperbaiki jalan tersebut namun karena membutuhkan biaya besar upaya tersebut tidak bertahan lama.

"Kita sudah melalui dana desa, patungan dan gotong royong bangun jalan tetapi tidak sanggup karena kondisi jalan berlumpur dan panjang yang memerlukan dana besar," ujarnya.

Kades, berharap kepada Pemkab Muara Enim, untuk secepatnya membangun jalan tersebut setidaknya dilakukan peningkatan jalan sehingga masyarakat yang beraktifitas terutama siswa dan guru bisa lebih mudah untuk mengajar.

"Kami tahu kalau dilakukan pengecoran itu memerlukan biaya yang besar, tetapi warga meminta setidaknya pengerasan saja dengan batu sehingga biar tidak mulus tetapi masih bisa dilintasi," pungkasnya.

Masih dikatakan Kades, bahwa disepanjang jalan desa tersebut setidaknya ada tujuh talang (pemukiman) yakni Talang Sinar Padang, Talang Tebat Rawas, Talang Toman, Talang Kelaga, Talang Rumpuk Ubi, Talang Pairo/Telage Sepit yang dihuni sekitar 300 KK atau 500 mata pilih dan satu sekolah dasar.

"Sebenarnya jalan desa tersebut bisa tembus juga ke desa Karya Mulia tetapi jalannya sudah rusak sebab dulu pernah kami rintis," ujarnya.

Ketika dikonfirmasi ke Kadis PUPR Muara Enim melalui Sekretaris Iwan Setiawan SE MM, membenarkan jika jalan tersebut statusnya adalah jalan desa dan kondisinya memang masih tanah.

Jalan tersebut melintasi kebun milik warga dan beberapa pemukiman (talang) serta satu sekolah dasar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved