MBG di PALI

Pemkab PALI Minta SPPG yang Ada Untuk Manfaatkan Produk Lokal di Program MBG

Ia menambahkan, sejumlah produk seperti tempe, tahu, dan roti akan dipasok oleh produsen lokal PALI.

Tayang:
Penulis: Mat Bodok | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab PALI
PRODUK LOKAL - Kepala Bappeda PALI Hj Rina Anggraini, ST, MT, penekanan penggunaan produk lokal atas arahan Bupati dan Wabup PALI, Asgianto, ST dan Iwan Tuaji, SH, untuk menghidupkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), saat rapat koordinasi. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda PALI mendorong optimalisasi penggunaan produk lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis guna menggerakkan UMKM dan petani daerah.
  • Saat ini program MBG dijalankan oleh 10 SPPG dan diarahkan memanfaatkan pangan lokal seperti tempe, tahu, roti, serta hasil pertanian.
  • Masyarakat berharap pemerintah dan pengelola SPPG terbuka terhadap kritik demi peningkatan kualitas layanan MBG.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALIPemerintah Daerah (Pemda) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendorong optimalisasi penggunaan produk lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (30/1/2026).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) PALI, Hj Rina Anggraini, S.T., M.T., mengatakan penekanan penggunaan produk lokal tersebut merupakan arahan langsung Bupati dan Wakil Bupati PALI, Asgianto, S.T., dan Iwan Tuaji, S.H., guna menggerakkan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

“Program Makan Bergizi Gratis di PALI diarahkan untuk memanfaatkan produk pangan lokal,” ujar Rina.

Ia menambahkan, sejumlah produk seperti tempe, tahu, dan roti akan dipasok oleh produsen lokal PALI.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan PALI juga akan melakukan penanaman cabai di Kecamatan Penukal Utara.

Hasil panen tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Cabai yang ditanam akan digunakan untuk mendukung kebutuhan SPPG, sehingga ketergantungan dari luar daerah bisa dikurangi,” jelasnya.

Baca juga: Breaking News: Puluhan Siswa SD di OKU Timur Sakit Perut Usai Konsumsi MBG, 9 Dibawa ke RSUD

Baca juga: Polisi Ungkap Fakta Baru Pegawai MBG di Palembang Bunuh Rekan Kerjanya, Diduga Masalah Utang Piutang

Rina menegaskan, sejak awal pelaksanaan program MBG di PALI, penggunaan produk lokal sebenarnya sudah mulai diterapkan. Namun ke depan, optimalisasi tersebut akan terus diperkuat.

Saat ini, terdapat 10 SPPG yang beroperasi di wilayah PALI.

Program MBG awalnya dijalankan oleh enam SPPG dan kemudian bertambah empat unit baru.

“Kami berharap seluruh SPPG yang ada dapat konsisten memanfaatkan produk lokal, agar UMKM dan petani PALI semakin bersemangat dalam mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang warga PALI, Septi, berharap pemerintah daerah dan pengelola SPPG terbuka terhadap masukan dari masyarakat, khususnya para wali murid dan guru.

“Jika ada kritik terkait MBG, itu bukan karena tidak mendukung, tetapi demi perbaikan kualitas penyajian makanan bagi para siswa,” tandasnya.

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran wahtsapp Tribunsumsel.com

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved