Berita OKU Selatan

Hadiri HUT ke 22 OKU Selatan, Herman Deru Tekankan Pentingnya Menjaga Adat dan Budaya

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa pelestarian adat dan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan Kabupaten OKU Selatan.

Tayang:
Tribunsumsel.com/CHOIRUL RAHMAN
JAGA ADAT BUDAYA -- Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, SH, MM (tengah) bersama Bupati OKU Selatan Abusama, SH (kiri) menghadiri Rapat Paripurna DPRD OKU Selatan dalam rangka Hari Jadi ke-22 Kabupaten OKU Selatan Tahun 2026, Jumat (23/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menekankan pentingnya menjaga adat dan budaya sebagai identitas daerah di tengah percepatan pembangunan. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegaskan pelestarian adat dan budaya harus berjalan seiring dengan pembangunan Kabupaten OKU Selatan.
  • Bupati OKU Selatan Abusama menyebut Hari Jadi ke-22 sebagai momentum memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
  • Peringatan Hari Jadi ke-22 OKU Selatan mengusung tema merawat kebersamaan dan melanjutkan pembangunan daerah.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru, SH, MM menegaskan bahwa kemajuan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam mempertahankan adat dan budaya sebagai identitas lokal.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten OKU Selatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten OKU Selatan Tahun 2026, yang digelar di Gedung DPRD OKU Selatan, Muaradua.

Menurut Herman Deru, OKU Selatan merupakan salah satu daerah hasil pemekaran pasca reformasi yang menunjukkan perkembangan cukup pesat dibandingkan daerah otonomi baru lainnya di Sumatera Selatan. 

Namun, ia mengingatkan agar percepatan pembangunan tersebut tidak menggerus nilai-nilai adat dan budaya yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.

“OKU Selatan ini istimewa. Salah satu kabupaten yang paling kuat mempertahankan adat dan budayanya. Ini yang harus terus dijaga dan dipupuk. Jangan sampai tergoda dengan modernisasi yang menghilangkan akar budaya kita,” tegas Herman Deru, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: 5 Perangkat Desa di OKU Selatan Positif Narkoba Saat Tes Urine, Tak Diproses Hukum, Direhabilitasi

Ia juga menilai, keberagaman adat dan budaya dari berbagai suku yang hidup di OKU Selatan merupakan kekayaan daerah yang tidak dimiliki semua kabupaten. 

"Oleh karena itu, seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, tokoh adat, hingga generasi muda, memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga warisan budaya tersebut," ujarnya.

Selain menyoroti aspek budaya, Herman Deru juga mengaitkan kekompakan antarunsur pemerintahan sebagai kunci utama kemajuan daerah. 

Ia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat agar pembangunan berjalan seirama dan berkelanjutan.

“Perbedaan suku, budaya, agama, maupun pilihan politik jangan dijadikan alasan untuk terpecah. Justru kekompakan inilah yang menjadi energi utama agar daerah bisa terus maju,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengapresiasi capaian pembangunan OKU Selatan selama 22 tahun terakhir, termasuk pengelolaan potensi unggulan daerah seperti kopi robusta, jagung, dan sektor pariwisata yang kini semakin dikenal di tingkat nasional.

Ia berharap, dengan tetap menjaga identitas budaya lokal, OKU Selatan mampu melanjutkan pembangunan secara inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan tema Hari Jadi ke-22, “Merawat Kebersamaan serta Melanjutkan Pembangunan OKU Selatan yang Maju dan Berjaya Menuju Indonesia Emas 2045.” ujarnya.

“Kemajuan itu penting, tapi jati diri jauh lebih penting. OKU Selatan harus maju tanpa kehilangan karakter budayanya,” beber Herman Deru.

Sementara, Bupati OKU Selatan Abusama, SH menyampaikan, bahwa peringatan Hari Jadi ke-22 merupakan momentum refleksi untuk mengenang jasa para perintis pemekaran sekaligus memperkuat komitmen melanjutkan pembangunan daerah dengan semangat kebersamaan.

“Hari jadi ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus merawat kebersamaan, mengenang perjuangan para pendahulu, serta mensyukuri berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Kabupaten OKU Selatan,” ujar Abusama.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved