Berita Ogan Komering Ilir

Lempuing OKI Dikepung Banjir, 1.304 KK Terdampak & 1.370 Hektar Sawah dan 575 Karet Terendam

Tercatat ada 9 desa di Kecamatan Lempuing yang mengalami dampak paling parah.

Tayang:
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
Sejak pagi petugas gabungan terus melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak banjir di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada Sabtu (10/1/2026) sore 
Ringkasan Berita:
  • Masyarakat di Kecamatan Lempuing, OKI berjibaku dengan luapaan air sungai.
  • Banjir turut melumpuhkan akses transportasi dan sektor pertanian selain merendam pemukiman.
  • Tercatat ada 9 desa di kecamatan Lempuing yang mengalami dampak paling parah. 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), memaksa bagi ribuan masyarakat yang berada di Kecamatan Lempuing berjibaku dengan luapan air sungai.

Selain merendam permukiman, banjir turut melumpuhkan akses transportasi dan sektor pertanian.

Disampaikan Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin, mengonfirmasi bahwa hingga Sabtu (10/1/2026) sore ini, tercatat ada 9 desa di Kecamatan Lempuing yang mengalami dampak paling parah.

"Kami mencatat hingga sore ini terdapat 1.304 Kepala Keluarga (KK) rumahnya terendam. Selain hunian, banjir menggenangi 1.370 hektar sawah dan 575 hektar perkebunan karet warga," ungkap Listiadi.

Dipaparkan Kecamatan Lempuing ada Desa Kutapandan dengan jumlah rumah yang terendam 199 KK dan 595 hektar sawah, Cahaya Makmur 179 KK, Cahaya Maju 75 KK, Tebing Suluh 630 KK.

Lalu Cahaya Bumi ada 52 KK, 200 hektar sawah dan 500 hektar karet. Kepayang terdapat 36 KK dan 300 hektar sawah.

Selanjutnya Desa Sumber Agung 46 KK, 250 hektar sawah, 25 hektar karet. Bumi Arjo Makmur 43 KK, 25 hektar sawah dan terakhir Sumber Makmur ada 55 KK rumah terendam akibat bencana banjir.

"Banjir bukan hanya merendam rumah dan area perkebunan warga. Akses jalan penghubung di daerah tersebut juga terputus total," urainya.

Guna menangani situasi darurat, puluhan petugas gabungan telah disiagakan dilokasi dengan peralatan lengkap, termasuk perahu karet menyisir rumah-rumah warga.

"Sejak pagi kami terus melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang rumahnya terdampak banjir. Mereka telah dibawa ke tempat yang lebih aman," papar Listiadi.

Selain evakuasi secara fisik, petugas kesehatan juga disiagakan di posko-posko darurat guna mengantisipasi munculnya penyakit pasca banjir bagi warga mengungsi maupun yang masih bertahan.

"Kami dari BPBD, TNI-POLRI dan tenaga kesehatan telah diterjunkan kelokasi untuk melakukan evakuasi, memastikan bantuan logistik dan layanan kesehatan bisa tersalurkan dengan cepat bagi masyarakat terdampak banjir," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved