Buruh Sawit di OKI Tewas Tersambar Petir
Berteduh di Pondok Sambil Cas HP, Buruh Sawit di OKI Tewas Tersambar Petir, Baru Kerja 3 Bulan
Andika (39) pekerja perkebunan sawit di OKI tewas tersambar petir saat sedang berteduh di sebuah pondok sambil mengisi daya baterai handphone.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Andika (39) pekerja perkebunan sawit di OKI tewas tersambar petir saat sedang berteduh di sebuah pondok
- Saat itu korban tengah berbaring sambil mengisi daya (charger) ponsel memakai power bank yang diletakkan di atas perutnya
- Selain Andika, rekan lainnya Muhammad Aldi (22) ikut terdampak sambaran dan mengalami luka bakar di bagian siku kanan
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Nasib nahas menimpa Andika (39) seorang buruh perkebunan sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel yang tewas usai tersambar petir saat sedang berteduh di sebuah pondok di tengah cuaca buruk, Kamis (25/12/2025) siang.
Peristiwa ini terjadi di lokasi kerja Poskodal Fire Afdeling III, Kebun Kayuagung Selatan (KAS), tempat korban bekerja sebagai buruh di PT Persada Sawit Makmur.
Dikatakan Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto melalui Kapolsek Pedamaran, AKP Ilham Parlindungan, kejadiannya sekitar pukul 12.00 WIB saat korban bersama 3 rekannya, yakni Muhammad Aldi, Ahmad Ariyadi dan Rizal, baru saja selesai memperbaiki tanggul yang jebol.
"Karena cuaca mulai hujan, mereka berempat beristirahat dan makan siang di Poskodal," ujar AKP Ilham dikonfirmasi pada Sabtu (27/12/2025) siang.
Baca juga: Liburan Berujung Duka, Bocah 7 Tahun Asal Palembang Hilang Tenggelam di Sungai Komering OKI
Masih kata Kapolsek, tepat pukul 13.30 WIB petir menggelegar hebat.
Saat itu korban tengah berbaring sambil mengisi daya (charger) ponsel memakai power bank yang diletakkan di atas perutnya.
"Petir tiba-tiba menyambar dari arah dinding belakang pondok. Diduga sambaran terkoneksi ke arah korban melalui sambungan arus pendek dari ponsel ke power bank," jelasnya.
Sambaran petir sangat kuat membuat rekan-rekan korban terkejut.
Rizal yang berada di depan pondok segera masuk, sementara Ahmad Riyadi keluar dari kamar pondok memeriksa keadaan.
Mereka mendapati Andika sudah dalam kondisi kejang-kejang.
Selain Andika, rekan lainnya Muhammad Aldi (22) ikut terdampak sambaran dan mengalami luka bakar di bagian siku kanan.
"Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Kayuagung sekitar pukul 14.56 WIB. Namun sayang, nyawa Andika tidak tertolong," imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Tanjung Serang, Herman membenarkan ada warganya yang baru 3 bulan bekerja sebagai buruh tewas usai tersambar petir.
"Tadi pagi korban sudah kita makamkan ditempat pemakaman umum (TPU) desa. Pihak keluarga merasa sangat kehilangan, karena korban baru 3 bulan bekerja di perkebunan sawit," ungkapnya.
Menurutnya, korban yang saat ini baru berusia 39 tahun meninggalkan seorang anak dan seorang istri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pekerja-Sawit-di-OKI-Tewas-Tersambar-Petir-Saat-Berteduh-di-Posko-Sambil-Isi-Daya-Ponsel.jpg)