Pembunuhan Cucu Mpok Nori
Pekerjaan Fuad, WN Irak Bunuh Dwintha Cucu Mpok Nori Dibongkar Keluarga Korban, Kerap Minta Uang
Kakak kandung Dwintha Anggary mengungkapkan pekerjaan Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, pembunuh cucu Mpok Nori.
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- Rashad Fouad Tareq Jameel awalnya bekerja di bidang perdagangan parfum, baik saat tinggal di Puncak (Bogor) maupun setelah pindah ke kawasan Mangga Dua (Jakarta Utara).
- Fuad tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Jam kerjanya tidak menentu dan ia sering kali mengandalkan kiriman uang dari kerabatnya di Irak untuk bertahan hidup.
- Konflik mulai menajam saat korban, Dwintha Anggary (Anggi), mulai meniti kemandirian ekonomi.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kakak kandung Dwintha Anggary mengungkapkan pekerjaan Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, pembunuh cucu Mpok Nori.
Status pekerjaan pelaku yang kian terpuruk diduga menjadi salah satu pemantik kecemburuan buta dan konflik rumah tangga mereka.
Kakak kandung korban, Diah (40), mengungkapkan bahwa Fuad awalnya memiliki pekerjaan di bidang perdagangan. Saat masih tinggal bersama Anggi di kawasan Puncak, Bogor, Fuad diketahui bekerja di sebuah usaha parfum.
"Kalau dulu pas di Puncak, dia kerja jadi bagian parfum. Saya enggak ngerti detailnya bagian apa, tapi memang di bidang parfum," ujar Diah saat diwawancarai di kediamannya di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur, Minggu (24/3/2026), dikutip Grid.id.
Pekerjaan tersebut sempat berlanjut ketika pasangan ini pindah ke Jakarta.
Fuad diketahui sempat bekerja di kawasan pusat perbelanjaan Mangga Dua, Jakarta Utara, masih di bidang yang sama, yakni perdagangan parfum.
Baca juga: Keseharian Fuad, WN Irak Bunuh Dwintha Cucu Mpok Nori, Dikenal Warga Tertutup hingga KDRT Korban
Namun, kondisi tersebut berubah drastis belakangan ini. Menurut pengamatan keluarga, Fuad tidak lagi memiliki penghasilan tetap.
Diah menyebut dirinya jarang melihat Fuad berangkat bekerja secara rutin layaknya orang berkantor atau berdagang.
"Pas adik saya sudah mulai kerja, dia (pelaku) malah enggak ada pemasukan. Saya enggak pernah melihat dia berangkat kerja. Walaupun dia ngomong kerja, tapi jamnya 'ngalor-ngidul' (tidak menentu)," lanjut Diah.
Kekosongan pemasukan ini membuat Fuad harus mengandalkan bantuan finansial dari luar negeri.
Diah membeberkan bahwa pelaku sering menelepon kerabatnya di kampung halaman untuk meminta bantuan uang.
"Yang saya tahu, kalau dia enggak punya duit, dia telepon orang di kampungnya di Irak, minta kirimin uang," ungkapnya.
Masalah pekerjaan ini menjadi bom waktu ketika Anggi, sang korban, justru mulai meniti kemandirian ekonomi. Anggi diketahui baru saja diterima bekerja di program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tenaga pengelola.
Kemajuan karier Anggi justru memicu gesekan. Fuad, yang secara budaya memiliki prinsip bahwa istri tidak boleh memegang uang sendiri, merasa terancam dengan lingkungan baru Anggi yang kini memiliki banyak rekan kerja dan aktivitas di luar rumah.
| Keseharian Fuad, WN Irak Bunuh Dwintha Cucu Mpok Nori, Dikenal Warga Tertutup hingga KDRT Korban |
|
|---|
| Gelagat Fuad WN Irak Usai Bunuh Cucu Mpok Nori, Panik Bawa Karpet Korban Kabur, Terekam CCTV |
|
|---|
| Awal Mula Cucu Mpok Nori Bertemu dengan WN Irak, sang Mantan Suami yang Membunuhnya |
|
|---|
| Awal Mula Retaknya Rumah Tangga Cucu Mpok Nori dengan WN Irak hingga Terjadi Pembunuhan |
|
|---|
| Tabiat Fuad WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori Dibongkar Keluarga Korban, Kerap Cemburu dan Mengekang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/WN-Irak-bernama-Fuad.jpg)