Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Tabiat Fuad WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori Dibongkar Keluarga Korban, Kerap Cemburu dan Mengekang

Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49), tersangka pembunuhan cucu Mpok Nori, Dwintha.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Dokumen/Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya
BUNUH CUCU MPOK NORI - WN Irak bernama Fuad yang membunuh cucu Mpok Nori, Dwyntha Anggara, ditangkap di ruas Tol Tangerang-Merak saat akan kabur ke Sumatera, Sabtu (21/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49), WNA asal Irak yang merupakan mantan suami siri korban kerap cemburu karena korban memiliki banyak relasi di lingkungan kerja, terutama rekan laki-laki.
  • Selama berhubungan, pelaku dikenal sangat mengontrol dan membatasi ruang gerak korban.
  • Keduanya telah bercerai secara siri sejak awal Februari 2026. Pelaku berulang kali mengajak rujuk namun ditolak oleh korban, yang memicu tekanan emosional pada pelaku.

TRIBUNSUMSEL.COM - Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad (49), tersangka pembunuhan cucu Mpok Nori, Dwintha, ternyata kerap cemburu sejak korban aktif bekerja dan memiliki banyak relasi, terutama dengan rekan kerja laki-laki.

​Hal ini diungkap Dian Puspitasari (40), kakak kandung Dwintha.

​"Semenjak Anggi kerja, banyak teman, kan rata-rata temannya cowok juga, nah di situ dia cemburu," ujar Dian kepada Kompas.com saat ditemui di lokasi, Minggu (22/3/2026).

​Menurut Dian, Dwintha merupakan sosok yang mudah bergaul, dan hal ini diduga menjadi salah satu pemicu kecemburuan pelaku. "Ya mungkin dia cemburunya di situ," ucapnya.

PEMBUNUHAN- TKP Cucu Mpok Nori bernama Dewhinta Anggary ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu pagi (21/3/2026).  
PEMBUNUHAN- TKP Cucu Mpok Nori bernama Dewhinta Anggary ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu pagi (21/3/2026).   (Kompas.com/Bima Putra)

​Dian menilai pelaku memiliki sifat cemburuan dan cenderung membatasi ruang gerak korban selama menjalin hubungan.

"Dia agak cemburuan. Jadi kalau orang Irak modelnya 'Kamu mau apa saja saya kasih, tapi kalau untuk pegang duit saya enggak kasih'," ujarnya.

Baca juga: Ada Jeda Waktu Pelaku Ambil Pisau, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Berencana Cucu Mpok Nori

​Dian mengungkapkan, pelaku sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah ditolak rujuk oleh korban. Pelaku diduga mengalami tekanan emosional karena keinginannya untuk kembali menjalin hubungan tidak direspons.

​"Sempat mau bunuh diri tapi enggak berani. Cuma sayat-sayat tangan doang. Itu karena dia pengen balik dan merasa bersalah sama adik saya," kata Dian.

​Ia menambahkan, pelaku terus berupaya mengajak korban rujuk, namun tidak mendapat tanggapan.

Dian menilai pelaku memiliki sifat cemburuan dan cenderung membatasi ruang gerak korban selama menjalin hubungan.

​"Dia agak cemburuan. Jadi kalau orang Irak modelnya 'Kamu mau apa saja saya kasih, tapi kalau untuk pegang duit saya enggak kasih'," ujarnya.

​Dian mengungkapkan, pelaku sempat melakukan percobaan bunuh diri setelah ditolak rujuk oleh korban.

Pelaku diduga mengalami tekanan emosional karena keinginannya untuk kembali menjalin hubungan tidak direspons.

​"Sempat mau bunuh diri tapi enggak berani. Cuma sayat-sayat tangan doang. Itu karena dia pengen balik dan merasa bersalah sama adik saya," kata Dian.

​Ia menambahkan, pelaku terus berupaya mengajak korban rujuk, namun tidak mendapat tanggapan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved