Pembunuhan Cucu Mpok Nori

Cucu Mpok Nori Dibunuh Mantan Suami WNA Irak, Dwintha Anggary Dikenal Lembut dan Penyayang

Peristiwa pembuhuan ini diduga melibatkan mantan suami sirinya berinisial FD (49), warga negara Irak.

Editor: Slamet Teguh
Kompas.com/Bima Putra
PEMBUNUHAN- TKP Cucu Mpok Nori bernama Dewhinta Anggary ditemukan tewas di rumah kontrakannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu pagi (21/3/2026) 

Ringkasan Berita:
  • Kasus pembunuhan Dwintha Anggary diduga melibatkan mantan suami sirinya berinisial FD, yang dikenal cemburuan dan mengekang.
  • Korban digambarkan keluarga sebagai sosok lembut, penyayang, dan dekat dengan keluarga, serta sempat tinggal terpisah setelah ditalak pada Februari 2026.
  • Dwintha, cucu seniman Betawi Mpok Nori, ditemukan tewas di kontrakannya, dan keluarga berharap pelaku dihukum seadil-adilnya.

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus pembunuhan Dwintha Anggary (37), seorang perempuan yang ditemukan tewas di kontrakannya kini terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa pembuhuan ini diduga melibatkan mantan suami sirinya berinisial FD (49), warga negara Irak.

Di balik kejadian tersebut, keluarga mengungkap sisi lain kehidupan korban yang dikenal sebagai pribadi lembut dan penyayang.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari (40), menyebut Dwintha sebagai sosok yang selalu mengalah dalam berbagai situasi. 

Ia juga dikenal dekat dengan keluarga dan sangat menyayangi anak-anak di sekitarnya.

“Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Kalau kita omelin atau sindir, dia cuma senyum saja, orangnya memang murah senyum,” ujar Dian saat ditemui, Minggu (22/3/2026).

Selain itu, Dwintha juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama para keponakannya di lingkungan keluarga.

Dian mengungkapkan, sebelum kejadian tragis tersebut, korban telah ditalak oleh pelaku pada awal Februari 2026.

Setelah itu, Dwintha memutuskan untuk tinggal terpisah dengan mengontrak rumah sendiri.

Namun, pelaku justru menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban.

Menurut Dian, pelaku memiliki sifat cemburuan dan cenderung mengekang.

“Dia agak cemburuan. Adik saya tidak boleh komunikasi dengan orang lain,” katanya.

Meski tidak pernah mendengar secara langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Dian mengaku melihat perubahan dalam hubungan keduanya, terutama sejak korban mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

 “Sejak adik saya kerja, aktivitasnya makin banyak, temannya juga bertambah. Mungkin dari situ dia cemburu,” ujarnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved