Lailatul Qadar

Khutbah Jumat 13 Maret 2026 Tema Malam Lailatul Qadar, Khidmat dan Tersedia LINK PDF Disini

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Jum’ah Rahimakumullah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT, atas iradat-Nya kita masih dipertemukan kembali Ramadhan

Tayang:
Tribunsumsel.com
ILUSTRASI MALAM LAILATUL QADAR - Berikut adalah Khutbah Jumat 13 Maret 2026 Tema Malam Lailatul Qadar, Khidmat dan Tersedia LINK PDF Disini 

السَّعَادَةُ كُلُّهَا فِي أَنْ يَمْلِكَ الرَّجُلُ نَفْسَهُ وَالشَّــقَــاوَةُ فِي أَنْ تَمْـلِـكَـــهُ نَفْـسُــــهُ

“Kebahagiaan adalah ketika seseorang mampu menguasai nafsunya. Kesengsaraan adalah saat seseorang dikuasai nafsunya.”

Demikianlah esensi dan ekspresi hati manusia. Ketika nafsu mampu dikendalikan, maka dari sana akan tersingkap fitrah yang suci, dan mulai dari situlah iman tumbuh dan menggerakkan diri ke jalan yang benar.

Manusia yang sebelumnya suka berdusta, menipu, berbuat buruk, akan berubah menjadi orang yang jujur, suka membantu dan mengekspresikan kebaikan kebaikan. Inilah yang disebut hati tenang, hidup dengan akhlak yang baik.

Jama’ah Jum’at yang Berbahagia,

Selanjutnya, pada 10 terkahir Ramadhan ini, Allah Ta’ala menjanjikan hadiah istimewa, yang hanya terjadi 1 kali dalam setahun, yaitu malam lailatul qadr.

Orang-orang yang sedang berpuasa menanti momen tersebut untuk mendapatkan pahala yang nilainya lebih 1000 tahun. Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ(1) وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ (3) تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ (4) سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada lailatul qadr. Tahukah kamu apakah lailatul qadr itu? Lailatul qadr lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.”

Berkaitan dengan ini, Imam Malik dalam al-Muwattha meriwayatkan satu hadits,

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ أُرِيَ أَعْمَارَ النَّاسِ قَبْلَهُ أَوْ مَا شَاءَ اللهُ مِنْ ذَلِكَ فَكَأَنَّهُ تَقَاصَرَ أَعْمَارَ أُمَّتِهِ أَنْ لَا يَبْلُغُوْا مِنَ الْعَمَلِ مِثْلَ الَّذِيْ بَلَغَ غَيْرُهُمْ فَيْ طُوْلِ الْعُمْرِ، فَأَعْطَاهُ اللهُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ خَيْرًا مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Rasulullah diperlihatkan umur-umur manusia sebelumnya (yang relatif panjang) sesuai dengan kehendak Allah, sampai (akhirnya) usia-usia umatnya semakin pendek (sehingga) mereka tidak bisa beramal lebih lama sebagaimana umat-umat sebelum mereka karena panjangnya usia mereka, maka Allah memberikan Rasulullah Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan“. (Imam Malik, al-Muwattha: juz I, h. 321)

Datangnya lailatul qadr tidak dapat ditentukan secara pasti waktunya oleh manusia, kepastian itu di sisi Allah Ta’ala. Malam tersebut dapat dicari di akhir Ramadan, terutama pada malam tanggal ganjil dalam kalender qamariah.

Rasulullah hanya memberikan isyarat mengenai datangnya malam penuh kemuliaan itu di malam ganjil 10 hari terakhir Ramadhan. Peluang hadirnya lailatul qadr ada di malam 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Untuk menjemput malam yang mulia itu, maka Rasulullah SAW di 10 hari terakhir Ramadhan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadahnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved