Bulan Ramadan

7 Puisi Malam Lailatul Qadar yang Penuh Haru dan Menyentuh Hati untuk Caption di Medsos

1. Cahaya di Atas Cahaya: Dalam senyap yang memeluk bumi, Malaikat turun berbaris rapi, Membawa salam dari Sang Ilahi, Ke setiap jiwa yang sedang me

Tribunsumsel.com
ILUSTRASI MALAM LAILATUL QADAR - Berikut adalah 7 Puisi Malam Lailatul Qadar yang Penuh Haru dan Menyentuh Hati untuk Caption di Medsos 

TRIBUNSUMSEL.COM - Meskipun tidak tahu kapan tepatnya, nanum Lailatul Qadar akan jatuh pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Maka dari itu sebelum malam ini tiba, Anda bisa mempersiapkan diri untuk beribadah serta menyiapkan ucapan yang berkesan dalam bentuk puisi.

Berikut ini akan disajikan beberapa contoh Puisi Malam Lailatul Qadar yang penuh haru dan menyentuh hati untuk di bagikan.

____

Kumpulan Puisi Malam Lailatul Qadar 2026

1. Cahaya di Atas Cahaya

Dalam senyap yang memeluk bumi,
Malaikat turun berbaris rapi,
Membawa salam dari Sang Ilahi,
Ke setiap jiwa yang sedang menanti.

Lebih indah dari seribu bulan,
Cahayanya menembus relung sanubari,
Menghapus noktah, membasuh beban,
Dalam sujud yang tak ingin terhenti.

2. Mengetuk Pintu Langit

Di sepertiga malam yang sunyi,
Aku berdiri di ambang pintu-Mu,
Membawa sekeranjang sesal yang abadi,
Berharap Kau sudi membasuh debu.

Lailatul Qadar yang kucari,
Bukan sekadar tanda di dahan pohon,
Tapi ketenangan yang menghujam diri,
Saat daku luruh dalam mohon.

3. Tamu Tak Kasat Mata

Langit malam ini tak seperti biasa,
Bintang-bintang tampak lebih teduh,
Angin berbisik tentang ampunan dosa,
Bagi mereka yang terjaga dan patuh.

Jibril turun menyapa dunia,
Menebar damai hingga fajar menyingsing,
Wahai jiwa, bangunlah dari lena,
Sebelum kesempatan ini kembali asing.

4. Dalam Sujud yang Panjang

Dahiku menyentuh sajadah tua,
Air mata luruh tanpa diminta,
Di malam mulia ini kutitipkan doa,
Tentang hidup, mati, dan segala cinta.

Jika ini malam yang dijanjikan,
Maka jangan biarkan aku kembali hampa,
Terimalah tobat yang kupanjatkan,
Di bawah naungan rida-Mu yang tak serupa.

5. Seribu Bulan dalam Satu Malam

Sebuah rahasia di balik angka ganjil,
Tersimpan megah di balik gelap,
Hanya bagi mereka yang merasa kecil,
Dan membiarkan hatinya tetap berharap.

Waktu seolah berhenti berdetak,
Merasakan getaran semesta yang tunduk,
Memohon ampun dari setiap retak,
Di malam tempat segala doa bertumpuk.

6. Embun Pengampunan

Esok pagi matahari akan terbit putih,
Tanpa sinar yang menyengat mata,
Menandakan malam yang penuh kasih,
Baru saja berlalu meninggalkan kita.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved