Bulan Ramadan

Dzikir Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan 1447 H Lengkap Arab Latin dan Artinya

Rasulullah Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk membaca bacaan dzikir pada malam Lailatul Qadar.

Tayang:
Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
MALAM LAILATUL QADAR - Ilustrasi bangunan masjid saat malam Lailatul Qadar diedit via Photoshop. Doa Dzikir Malam Lailatul Qadar Puasa Ramadan 1447 H Lengkap Arab Latin dan Artinya 

Ringkasan Berita:
  • Malam Lailatul Qadar terjadi pada di 10 hari terakhir bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil
  • Rasulullah Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk membaca bacaan dzikir pada malam Lailatul Qadar.
  • Doa dan dzikir yang bisa dibacakan "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"

 

TRIBUNSUMSEL.COM -   Umat muslim dianjurkan memperbanyak ibadah di sepeluh hari terakhir di bulan Ramadan untuk meraih Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar terjadi pada di 10 hari terakhir bulan Ramadan, terutama di malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan)

Rasulullah Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umat Islam untuk membaca bacaan dzikir pada malam Lailatul Qadar.

Keutamaan malam Lailatul Qadar yaitu lebih baik daripada seribu bulan atau 83 tahun.

Sehingga, umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan untuk mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar, seperti dikutip dari laman Kementerian Agama (Kemenag).

Doa dan Dzikir Malam Lailatul Qadar

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni

Arti: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku."

Dzikir Pertama

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullâhal 'adzhîm (70×)

Arti: "Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung."

Dzikir Kedua

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَيُمِيتُ، وَهُوَ حَيُّ دَائِمُ لَا يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.

Lâ ilaha illallah, wahdahu lâ syarîka lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa hayyun dâʻimun lâ yamûtu biyadihil khair, wa huwa 'alâ kulli syaiʻin qadir (33×)

Arti: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya semua kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang hidup abadi dan tidak akan pernah mati. Di tangan-Nya segala kebajikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Dzikir Ketiga

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ، أَسْتَغْفِرُ اللهَ.

Subhânnallâh wa bihamdihi, subhanallâhil 'adzîm, astaghfirullâh (33×)

Arti: "Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah yang Maha Agung. Aku memohon ampun kepada Allah."

Dzikir Keempat

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (3x)

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved