Bulan Ramadhan

5 Contoh Kultum Ramadhan 1447 H/2026, Singkat dan Mengandung Pesan Mendalam untuk Referensi

Segala puji bagi Allah yang telah mempertemukan kita kembali dengan bulan Ramadhan, bulan yang penuh dengan latihan spiritual. Salah satu pelajaran t

Tribunsumsel.com
ILUSTRASI MENYAMPAIKAN KULTUM - Berikut adalah 5 Contoh Kultum Ramadhan 1447 H/2026, Singkat dan Mengandung Pesan Mendalam untuk Referensi 

Sedekah di bulan ini memiliki keistimewaan luar biasa. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, seolah-olah kita sedang menanam benih di tanah yang sangat subur.

Salah satu sedekah yang paling ringan namun besar pahalanya adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Pahalanya setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.

Sedekah bukan hanya tentang uang. Senyuman tulus, bantuan tenaga kepada tetangga, hingga berbagi ilmu yang bermanfaat juga termasuk sedekah yang dicintai Allah.

Harta yang kita sedekahkan tidak akan berkurang, melainkan Allah akan menggantinya dengan keberkahan dan ketenangan jiwa yang tidak bisa dibeli dengan materi.

Di bulan ini, kita diingatkan bahwa di dalam harta kita ada hak orang lain yang membutuhkan. Sedekah berfungsi menyucikan harta dan jiwa kita dari sifat kikir.

Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Rasulullah bersabda, "Jagalah dirimu dari api neraka meskipun hanya dengan sebiji kurma." Hal kecil di mata kita bisa jadi sangat besar di mata Allah.

Sedekah juga menjadi bukti kejujuran iman kita. Orang yang dermawan menunjukkan bahwa ia lebih percaya pada janji Allah daripada tumpukan hartanya di dunia.

Mari kita lihat sekeliling kita, mungkin ada tetangga atau kerabat yang kesulitan untuk sekadar makan sahur atau berbuka. Inilah saatnya kita mengulurkan tangan.

Semoga dengan memperbanyak sedekah, Allah melapangkan rezeki kita, menjauhkan kita dari musibah, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya yang pandai bersyukur.

___

#Contoh (3)
Tema: Menjaga Lisan Agar Puasa Tak Sia-sia

Puasa adalah ibadah yang unik karena ia bersifat rahasia antara hamba dan Tuhannya. Namun, nilai puasa ini sangat rentan rusak jika kita tidak mampu menjaga lisan.

Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan apa pun dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga saja.

Mengapa hal itu terjadi? Karena secara fisik mereka menahan makan dan minum, tetapi secara lisan mereka tetap melakukan ghibah, fitnah, dan berkata-kata kotor.

Lisan adalah anggota tubuh yang paling tajam. Luka karena pedang bisa sembuh, namun luka karena lisan bisa membekas selamanya dan menghanguskan pahala amal kita.

Di era digital ini, lisan tidak hanya berupa ucapan, tapi juga ketikan jari di media sosial. Menulis komentar buruk atau menyebar hoaks sama saja dengan merusak puasa kita.

Puasa seharusnya menjadi "Junnah" atau perisai. Jika kita tetap mencela dan berbohong, maka perisai itu akan retak dan tidak lagi mampu melindungi kita dari api neraka.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved