PPG

Tugas Mandiri Modul Pedagogik Fikih Lengkap Topik 1-8 dalam PPG Kemenag Batch 4 Daljab 2025

PBL adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menggunakan masalah autentik sebagai titik awal pembelajaran. Pendekatan i

Tayang:
PPG Kemenag
ILUSTRASI MODUL PEDAGOGIK FIKIH - Berikut adalah Tugas Mandiri Modul Pedagogik Fikih Lengkap Topik 1-8 dalam PPG Kemenag Batch 4 Daljab 2025 

2. DBL Dipahami Sebagai Perlakuan Istimewa

Pendekatan diferensiasi sering disalahpahami sebagai "memanjakan" siswa tertentu atau memberi perlakuan khusus. Padahal, DBL bertujuan memberikan keadilan belajar dengan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan siswa, bukan membedakan kualitas ajar.

3. TPACK Disempitkan Hanya Sebagai Penggunaan Teknologi

Sebagian guru hanya menitikberatkan TPACK pada penggunaan perajigkat digital,, tanpa memahami bahwa esensinya adalah integrasi antara konten, pedagogi, dan teknologi. Akibatnya, penggunaan teknologi jadi kurang relevan atau tidak efektif dalam menyampaikan materi.

4. Deep Learning Dianggap Teori Baru yang Rumit

Ada kesalahpahaman bahwa deep learning adalah metode kompleks atau hanya untuk siswa unggul. Padahal, esensinya adalah menjadikan pembelajaran lebih dalam, menyenangkan, dan bermakna untuk semua siswa.

5. Supervisi Klinis Dipersepsikan Sebagai Evaluasi Semata 

Sebagian guru menganggap supervisi klinis hanya bentuk pengawasan atau penilaian. Padahal, pendekatan ini adalah bimbingan profesional untuk mendampingi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran secara reflektif dan kolaboratif.

6. Pendidikan Inklusif Dianggap Khusus untuk Sekolah Luar Biasa (SLB)

Ada pandangan bahwa pendidikan inklusif hanya relevan untuk SLB. Padahal, inklusifitas adalah prinsip yang berlaku di semua sekolah, agar siswa dengan kebutuhan khusus mendapat ruang belajar yang layak bersama siswa lain.

7. Al Akan Menggantikan Guru

Dalam konteks digitalisasi, ada kekhawatiran bahwa Al akan menggantikan peran guru. Miskonsepsi ini dapat melemahkan semangat guru untuk belajar teknologi. Padahal, AI seharusnya menjadi alat bantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

8. Gen Z dan Alpha Dianggap Tidak Bisa Belajar Secara Tradisional

Pemahaman ini keliru karena walaupun mereka akrab dengan teknologi, bukan berarti tidak bisa belajar dengan pendekatan non-digital. Kuncinya adalah pendekatan hybrid dan interaktif yang sesuai dengan karakter mereka.

(Tribunsumsel.com/Putri Kusuma Rinjani)

***

Artikel lainnya di google news.

Ikuti dan bergabung disaluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved