Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 12 Halaman 51 52 Kurikulum Merdeka, Nikel Indonesia

Artikel berikut memuat Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 12 Halaman 51 52 Kurikulum Merdeka, Nikel Indonesia.

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
ILUSTRASI KUNCI JAWABAN - Kunci jawaban Buku Ekonomi Kelas 12 Halaman 51 52 Kurikulum Merdeka. Buku Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII Edisi 1 ditulis Aisyah Nurjanah dan Yeni Fitriani. (KemendikbudRistek 2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM - Artikel berikut memuat Kunci Jawaban Buku Ekonomi Kelas 12 Halaman 51 52 Kurikulum Merdeka, Nikel Indonesia.  Silakan disimak. 

Kunci jawaban Ekonomi Kelas 12 untuk soal pada buku Ekonomi untuk SMA/MA Kelas XII Edisi 1 ditulis Aisyah Nurjanah dan Yeni Fitriani.

Buku diterbitkan Penerbit KemendikbudRistek Tahun 2022.  (Kunci jawaban kelas 12 lainnya klik di sini)

Halaman 51 dan 52 terdapat pada  Bab 2 Ekonomi Internasional. 

Siswa diminta menjawab soal berbentuk pilihan benar dan salah serta menjawab sejumlah pertanyaan berdasarkan artikel berjudul Ketergantungan Dunia pada Nikel Indonesia itu Nyata. 

Selengkapnya soal dan kunci jawaban:

Buku Ekonomi Kelas 12 Halaman 51 52 Kurikulum Merdeka

Artikel Perdagangan Internasional

Ketergantungan Dunia pada Nikel Indonesia itu Nyata!

NEWS - Wilda Asmarini, CNBC Indonesia
20 Agustus 2021 10:25

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia patut bersyukur karena dilimpahi sejumlah sumber daya energi dan tambang, termasuk nikel. Bahkan, “harta karun” nikel Indonesia merupakan terbesar dibandingkan negara lainnya. Indonesia memiliki cadangan nikel sebesar 72 juta ton Ni (nikel).
Jumlah cadangan tersebut merupakan 52 persen dari total cadangan nikel dunia yang mencapai 139.419.000 ton Ni.

Data tersebut berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2020 dalam booklet bertajuk “Peluang Investasi Nikel Indonesia” yang merupakan hasil olahan data dari
USGS Januari 2020 dan Badan Geologi 2019.

Besarnya cadangan nikel di Tanah Air ini menjadi salah satu pemicu banyak pihak luar melirik nikel Indonesia, termasuk untuk berinvestasi di Indonesia.

Begitu pun dari sisi harga, harga nikel ke depannya dinilai akan sangat bergantung pada Indonesia. Pasalnya, fluktuasi harga akan bergantung pada suplai dan permintaan. Meskipun harga nikel
dalam sepekan ini mengalami penurunan, namun rata-rata masih berada di sekitar US$ 19.000 per ton.

Steven Brown, konsultan independen di industri pertambangan, mengatakan permintaan nikel dunia ke depannya diperkirakan meningkat karena adanya transisi ke energi baru terbarukan (EBT)
seperti peningkatan permintaan kendaraan listrik dan pembangkit listrik energi baru terbarukan yang membutuhkan bahan baku nikel.

Sementara dari sisi pasokan, peningkatan produksi nikel dunia hanya terjadi di Indonesia. Sedangkan pasokan dari luar Indonesia mengalami tren penurunan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved