PPG
Contoh Tugas Refleksi Modul 3 PPP PPG Kemenag 2025 Batch 4, Tersedia File PDF
Artikel ini berisi contoh tugas refleksi modul pengembangan perangkat pembelajran (PPP) PPG Kemenag 2025 batch 4, tersedia file PDF.
TRIBUNSUMSEL.COM - Masa pembelajaran mandiri Modul 3 PPP bagi peserta Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan Kementerian Agama RI atau PPG Dalam Jabatan Transformasi+, PPG Kemenag Batch 4 berlangsung 14 sampai 23 Desember 2025.
Di akhir pembelajaran, Bapak/Ibu guru diharuskan mengerjakan tugas mandiri dan tugas refleksi Learning Managemen System (LMS).
Dalam tugas refleksi ini terdapat catatan mengenai materi yang menarik, analisis implementasi, pengalaman praktis, tantangan dan rencana aksi.
Pada artikel ini, kita berbagi contoh dan cara mengerjakan Tugas Refleksi Modul 3 PPP PPG Kemenag 2025.
Berikut contoh tugas refleksi
1. Materi yang Menarik
Setelah mempelajari materi pada modul 3 pengembangan perangkat pembelajaran (PPP) dari topik 1 sampai 8 materi yang menarik menurut saya adalah “Modul Project P5/PPRA”.
Modul Project P5/PPRA menjadi materi yang paling menarik dan relevan saat ini karena mendukung pembelajaran yang kontekstual,kolaboratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Proyek P5 memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar secara aktif melalui pengalaman nyata, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai seperti gotong royong, mandiri, peduli lingkungan, dan toleransi. Selain itu, P5 memungkinkan guru untuk berinovasi dalam menyusun proyek-proyek yang sesuai dengan kondisi lokal, isu sosial, dan kebutuhan siswa. Secara keseluruhan, P5RA menawarkan pengalaman belajar yang dinamis dan bermakna, mempersiapkan siswa untuk menjadi individu yang bertanggung jawab, mandiri, dan peduli terhadap isu-isu di sekitar mereka.. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih hidup, bermakna, dan sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka.
2. Analisis Implementasi/Penerapan
Penerapan pembelajaran berbasis proyek di sekolah untuk membangun karakter siswa sesuai nilai Pancasila melalui tahapan Pengenalan, Kontekstualisasi, Aksi, dan Refleksi, yang melibatkan guru, siswa, dan ekosistem sekolah dalam mengangkat isu nyata (seperti lingkungan, kearifan lokal, atau kewirausahaan) untuk dipecahkan secara kolaboratif, serta didokumentasikan dalam Rapor P5 sebagai penilaian holistik. Modul Project P5/PPRA sangat berperan penting karena pendekatannya yang praktis, kontekstual, dan berfokus pada pengembangan karakter secara utuh. Langkah yang bisa dilakukan seperti pada materi yang berhubungan dengan Kearifan Lokal proyek pemanfaatan bahan makanan lokal untuk menumbuhkan sikap cinta tanah air dan kreativitas. Kemudian pada materi Gaya Hidup Berkelanjutan menggunakan proyek tentang lingkungan, seperti daur ulang sampah atau konservasi energi, begitupun materi seterusnya menyesuaikan keadaan yang ada di lingkungan sekitar.
3. Pengalaman Praktis Dari Proses Pembelajaran Yang Mendukung Atau Bertentangan
Dalam menerapkan Project P5/PPRA banyak pengalaman yang sangat mendukung pada proses pembelajaran, siswa dapat memperoleh pengalaman baru yang sesuai dengan pengalaman mereka sendiri, seperti melalui proyek berbagi atau kegiatan sosial,siswa menjadi lebih antusias dan mudah memahami nilai-nilai kegotong royongan. Kemudian melalui kegiatan praktis seperti membatik, membuat kerajinan, atau mempelajari legenda local sangat bermanfaat menumbuhkan kecintaan pada budaya, mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan membentuk siswa yang berkarakter kuat.
Selain itu juga terdapat hal-hal yang bertentangan seperti keterbatasan sumber daya pendukung, termasuk pendanaan atau fasilitas tertentu, dapat menghambat pelaksanaan proyek yang membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan kurikulum konvensional. Belum lagi dukungan orang tua yang kurang optimal, perbedaan pemahaman antara sekolah dan orang tua, serta kurangnya dukungan atau motivasi dari orang tua, dapat mempengaruhi kebiasaan dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
4. Tantangan dan Hikmah
Beberapa tantangan dalam penerapan Project P5/PPRA yaitu dari degi kesiapan guru, di mana Guru perlu peningkatan kompetensi dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi proyek yang relevan, serta kurangnya pemahaman yang seragam tentang P5. Banyak pendidik yang masih terbiasa dengan metode berbasis konten (mengejar materi buku cetak) daripada berbasis karakter dan proses. Kemudian tantangan lain seperti kurangnya Sarana & Prasarana, di mana Keterbatasan fasilitas dan sumber daya pendukung proyek dapat menghambat pelaksanaan dan seterusnya.
Kemudian beberapa Hikmah yang didapatkan dari Project P5/PPRA yakni Pengembangan Karakter siswa, membentuk peserta didik beriman, bertakwa, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Kemudian hikmah lainnya yaitu Pembelajaran lebih Bermakna & Kontekstual, Siswa bisa belajar dari pengalaman nyata di lingkungan sekitar, membuat pembelajaran lebih relevan dan menyenangkan sehingga bisa meningkatkan kompetensi siswa dan engembangkan keterampilan hidup.
5. Rencana Aksi Penerapan Dalam Kegiatan Pembelajaran
PPG Kemenag 2025 Batch 4
Kunci Jawaban
Tugas Refleksi Modul 3 Pengembangan Perangkat Pemb
Tugas Refleksi Modul 3 PPP
| Cara Verval Serdik di Info GTK info.gtk.dikdasmen.go.id, Masukan NIM dan Nomor Serdik |
|
|---|
| Jadwal dan Syarat Lapor Diri PPG Prajabatan 2025 Calon Guru, Lengkap Daftar Dokumennya |
|
|---|
| Cara Cek Pengumuman Hasil Tes Wawancara PPG Prajabatan 2025 Rilis Hari Ini, Senin 29 Desember |
|
|---|
| Link dan Cara Cek Pengumuman Hasil Tes Wawancara PPG Prajabatan 2025 |
|
|---|
| Link dan Cara Cek Nilai UKPPG Guru Tertentu 2025 Periode 6 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Contoh-Tugas-Refleksi-Modul-3-PPP-PPG-Kemenag-2025-Batch-4-Tersedia-File-PDF.jpg)