Siaga Bencana di Sumsel
BPBD Sumsel Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir dan Longsor Hingga Maret 2026
Iqbal menyebut meski baru lima daerah, namun pihaknya juga mendorong kabupaten kota lainnya mengambil langkah serupa.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Sumsel resmi menetapkan status siaga darurat banjir dan longsor mulai 4 Desember 2025 hingga Maret 2026.
- Lima daerah telah lebih dulu berstatus siaga darurat, yaitu Pagar Alam, Prabumulih, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan OKU.
- BPBD Sumsel mendorong daerah lain menetapkan status serupa karena hampir seluruh wilayah Sumsel berpotensi terdampak banjir dan longsor.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Menyusul prediksi puncak musim hujan bakal terjadi pada Desember 2026, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menaikkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel M. Iqbal Alisyahbana mengatakan, status tersebut ditetapkan mulai 4 Desember 2025 hingga akhir Maret 2026.
“Periode ini sejalan dengan prediksi BMKG bahwa Desember hingga Maret merupakan puncak musim hujan di Sumsel,” kata Iqbal, Jumat (12/12/2025).
Menurutnya, penetapan siaga darurat di tingkat provinsi juga mempertimbangkan kondisi di lapangan, mengingat lima kabupaten/kota telah lebih dulu menetapkan status yang sama.
Sementara menurut ketentuan, status darurat provinsi dapat diberlakukan apabila minimal dua kabupaten/kota telah berstatus siaga darurat bencana banjir dan longsor.
“Kenaikan status ini diharapkan memudahkan koordinasi antar instansi, kesiapan peralatan, sehingga apabila terjadi bencana banjir dan longsor dapat dilakukan penanganan secara maksimal,” katanya.
Baca juga: Desa Sungai Ibul PALI Terendam Banjir Akibat Sungai Meluap, Jalan Raya Nyaris Putus
Baca juga: Breaking News : Jembatan di Prabumulih Ambruk, Ada Polisi Sedang Memantau Debit Air Pasca Banjir
Lima daerah yang telah menetapkan status siaga darurat bencana banjir dan longsor di Sumsel yaitu Kota Pagar Alam, Prabumulih, Kabupaten Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu (OKU).
Iqbal menyebut meski baru lima daerah, namun pihaknya juga mendorong kabupaten kota lainnya mengambil langkah serupa.
"Baik secara historis maupun secara konstruksi hampir seluruh wilayah di Sumsel memiliki potensi dilanda bencana banjir maupun longsor. Terutama daerah yang dialiri sungai seperti di Musi Rawas, OKU Selatan dan OKU Timur," katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Potensi Hujan di Lahat Terjadi Hingga Maret, BPBD Imbau Warga Waspada Potensi Bencana |
|
|---|
| Belajar dari Banjir 2024, BPBD Imbau Warga OKU Waspada Kondisi Cuaca dan Pantau Tinggi Muka Air |
|
|---|
| Air Sungai Musi Pasang Diprediksi Hingga 13 Januari 2026, BMKG Imbau Masyarakat Waspada |
|
|---|
| OKU Punya Alat Pendeteksi Tinggi Muka Air Berbasis Digital, Jika Alarm Berbunyi Warga Harus Bersiap |
|
|---|
| Daftar 5 Daerah di Sumsel yang Rawan Terkena Banjir Bandang Hingga Tanah Longsor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Desa-Sungai-Ibul-PALI-Terendam-Banjir-Akibat-Sungai-Meluap-Jalan-Raya-Nyaris-Putus.jpg)