Kopi Sumsel
Indonesia Jadi Negara Penghasil Kopi Nomor Empat di Dunia, Paling Besar Dari Sumsel
Promosi kopi Sumsel belakangan ini masif dilakukan baik melalui promosi langsung ataupun event mengenai kopi.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Promosi kopi Sumsel belakangan ini masif dilakukan baik melalui promosi langsung ataupun event mengenai kopi.
Misalnya pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) minum kopi Sumsel terbanyak si tepian sungai, Sriwijaya kopi fest, Kadin Expo, Sriwijaya coffee and culinary festival, pojok kopi di Sriwijaya Expo 2025, festival kopi kabupaten Lahat, inisiatif kopi berkelanjutan hingga jelajah kopi Sumsel dan kegiatan lainnya digelar sebagai wadah promosi kopi asli Sumsel.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Amiruddin MSi mengatakan, potensi kopi Sumsel besar karena menjadikan Indonesia jadi negara penghasil kopi nomor empat dunia dan yang paling besar itu berasal dari Sumsel.
Namun kopi Sumsel ini belum dikenal luas sehingga diperlukan kerjasama dan kolaborasi bersama semua pihak baik pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, komunitas dan pihak lainnya agar kopi Sumsel dikenal luas.
Baca juga: Sriwijaya Kopi Fest Jadi Kolaborasi Bersama Promosikan Kopi Sumsel Dikenal Luas hingga Luar Negeri
Baca juga: Komunitas Kopi Sriwijaya Hadirkan Kopi Sumsel di Festival Indonesia 2025 Melbourne Australia
Salah satunya dengan membuat kopi Sumsel punya brand yang sama agar gambaran besarnya tahu bahwa kopi itu berasal dari Sumsel.
"Itulah kita buat namanya kopi Sriwijaya sehingga punya ciri khas sendiri kopi asli Sumsel," katanya saat sambutan di kegiatan Sustainable Agricultural and Plantation Breakthroug di Ballroom OJK Sumsel, Jumat (5/12/2025).
Kemudian di dalamnya ada banyak brand dari masing-masing pengusaha atau pelaku usaha itu boleh saja tapi nama besarnya tetap kopi Sriwijaya dari Sumsel.
Hal ini sebagai identifikasi yang memudahkan orang dari luar Sumsel tahu bahwa kopi itu asalnya dari Sumsel.
"Nama merek boleh beda tapi harus ada satu identitas jelas dan mudah diingat bahwa Sumsel punya kopi dengan ciri khasnya sendiri agar tahu bahwa kopi Sumsel tidak kalah bersaing dengan kopi lainnya di Indonesia bahkan di dunia," katanya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| Masuk Masa Panen, Harga Kopi di Empat Lawang di Bawah Rp50 Ribu, Padahal Tahun Kemarin Rp70 Ribu/Kg |
|
|---|
| Kopi Arabika Raden Kuning Jadi Identitas Pagar Alam, Pemkot Upayakan Sertifikasi Indikasi Geografis |
|
|---|
| Harga Kopi di Empat Lawang Anjlok Hingga Rp 45 Ribu Perkilo, Para Petani Kini Harap-harap Cemas |
|
|---|
| Mendekati Masa Panen, Harga Kopi di Empat Lawang Malah Turun Jadi Rp 50 Ribu Perkilo |
|
|---|
| Kopi Sumsel dan Rahasia Stamina K.H. Tol'at Wafa Ahmad di Usia 67 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Indonesia-Jadi-Negara-Penghasil-Kopi-Nomor-Empat-di-Dunia-Paling-Besar-Dari-Sumsel.jpg)