MBG di Sumsel
Pastikan Berkompeten, Puluhan Chef MBG di Sumsel Ikuti Sertifikasi Profesi BNSP
Puluhan chef di Sumatera Selatan (Sumsel) program makanan bergizi gratis (MBG) mengikuti pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi BNSP.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Puluhan chef di Sumatera Selatan (Sumsel) program makanan bergizi gratis (MBG) mengikuti pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Chef De Partie, yang digelar di SPPG Seduduk Putih.
Sertifikat Profesi BNSP Chef De Partie merupakan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa pemegangnya telah memenuhi standar kompetensi nasional sesuai ketetapan BNSP.
Ketua Yayasan Pelita Panca Utama, Tuti Ismiyarti, menjelaskan bahwa SPPG Dapur yang berada di bawah naungan Yayasan Pelita Panca Utama berjumlah 21 cabang, dengan 20 di Sumsel dan satu di Jakarta.
"Kami memiliki 21 chef dan 52 staf cooking. Untuk peserta sertifikasi profesi kali ini ada 23 orang," kata Tuti saat ditemui di SPPG Seduduk Putih, Sabtu (18/10/2025).
Baca juga: Empat Lawang Punya 10 Dapur SPPG, 21.411 Siswa Sudah Rasakan Program Makanan Bergizi Gratis
Menurut Tuti, para chef mengikuti sertifikasi kompetensi bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LPS) Rajawali Hospitality Nusantara. Bahkan, dirinya pun ikut menjalani sertifikasi untuk memperoleh sertifikat profesi tersebut.
"Sebagai Ketua Yayasan, saya merasa perlu memahami manajemen dapur agar program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan dengan baik," katanya.
Tuti menegaskan pentingnya pelaksanaan sertifikasi kompetensi agar para chef memiliki sertifikat yang diakui secara resmi oleh negara.
Sementara itu, Asesor dari LPS Rajawali Hospitality Nusantara, Zahakir Haris, menyampaikan bahwa memasak adalah aktivitas sehari-hari bagi para chef. Namun, sertifikasi profesi tetap diperlukan sebagai bentuk legalitas.
"Dalam sertifikasi ini, ada tiga aspek utama yang kami tekankan, yaitu knowledge, skill, dan attitude (KSA). Selain itu, adaptasi, kolaborasi, dan improvisasi juga sangat penting," kata Chef Zahakir.
Chef Zahakir berpesan agar semua pihak memiliki rasa tanggung jawab dan amanah dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, pelatihan dan edukasi perlu dilakukan bagi yayasan, para chef, SPPG, BGN, hingga staf sekolah agar tercipta kerja sama yang baik.
"Pihak internal yayasan harus memahami pentingnya memiliki sertifikasi yang sesuai, seperti food handler dan sertifikasi profesi lainnya, guna menjaga kualitas pelayanan dan pengelolaan," katanya.
Baca berita menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Kualitas MBG Dikeluhkan Tak Seragam, Pemprov Sumsel Minta Dapur Wajib Ikuti Standar |
|
|---|
| Menu dan Harga MBG Harus Transparan, BGN Wajibkan Satuan Pelayanan Punya Media Sosial |
|
|---|
| Operasional 55 SPPG di Sumsel Terancam Dihentikan, Diberikan Waktu Sebulan untuk Miliki SLHS |
|
|---|
| Sebanyak 361 SPPG di Sumsel Sudah Bersertifikat Laik Higiene Sanitasi, Berikut Rinciannya |
|
|---|
| Jadi Syarat Wajib, dari 506 Dapur SPPG di Sumsel, Baru 206 Kantongi Sertifikat SLHS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pastikan-Berkompeten-Puluhan-Chef-MBG-di-Sumsel-Ikuti-Sertifikasi-Profesi-BNSP.jpg)