Karhutla Sumsel
Karhutla Masih Mengintai, Sumsel Dapat Tambahan Helikopter Water Bombing dari BNPB
BNPB memberikan tambahan satu unit helikopter water bombing untuk penanganan Karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel).
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan :
- Sumsel kembali mendapat bantuan satu helikopter water bombing untuk penanganan Karhutla
- Meski hujan sudah turun, namun potensi Karhutla di Sumsel masih terjadi
- Helikopter bantuan yang baru datang sudah diperbantukan di wilayah OKI
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan tambahan satu unit helikopter water bombing untuk penanganan Karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel).
Karhutla adalah singkatan dari kebakaran hutan dan lahan. Yakni terbakarnya area hutan atau lahan, baik secara alami (misalnya karena cuaca ekstrem dan kekeringan) maupun akibat ulah manusia (seperti pembukaan lahan dengan cara dibakar).
Meski hujan sudah turun, namun potensi Karhutla di Sumsel masih terjadi di beberapa wilayah.
Dengan adanya satu unit tambahan, kini Sumsel memiliki lima helikopter water bombing dan dua unit helikopter untuk patroli udara yang disiagakan.
"Sumsel dapat tambahan satu unit helikopter water bombing dari BNPB untuk penanganan bencana Karhutla di Sumsel," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, Jumat (10/10/2025).
Baca juga: Kebakaran Lahan Dekat Tol Indralaya-Prabumulih, Satgas Karhutla Bergerak Cepat
Baca juga: Karhutla di Muba Hanguskan 5 Hektare Lahan, Petugas Lakukan 32 Kali Water Bombing untuk Jinakkan Api
Menurutnya, Helikopter EX-08033/Mi8 MTV-1 telah diperiksa kelengkapan dokumennya dan dilakukan verifikasi sebelum dioperasionalkan oleh tim PPK BNPB.
Usai pemeriksaan dinyatakan baik dan lengkap pada Rabu (8/10/2025), helikopter langsung melakukan pemadaman di wilayah Karhutla pada Kamis (9/10/2025).
"Helikopter yang baru diperbantukan juga telah melakukan pemadaman dengan delapan kali water bombing atau 32 ribu liter air di Pangkalan Lampam, OKI. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 3 hektare," katanya.
Sudirman menyebut, tambahan helikopter ini untuk memperkuat kemampuan penanganan bencana asap akibat karhutla di Sumsel.
Meski hujan sudah turun, namun potensi Karhutla di Sumsel masih terjadi di beberapa wilayah.
"Intinya kita hanya menerima helikopter dari BNPB, karena bantuan itu dari mereka. Kemudian, hujan juga belum merata di Sumsel dan masih berpotensi terjadi karhutla. Lebih baik kita siaga sebelum karhutla meluas," katanya.
Dalam laporan yang disampaikan BPBD Sumsel, pemadaman dengan helikopter water bombing juga dilakukan di Kecamatan Penukal di Kabupaten PALI.
Helikopter melakukan 20 kali water bombing di lahan terbakar seluas 1 hektare.
Baca berita menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang, Pemkab OKI Dapat Bantuan Rp1,5 Miliar Antisipasi Karhutla |
|
|---|
| Hadapi Musim Kemarau, Armada dan Alat Pemadam Kebakaran di Polres OKI Diperiksa, Pastikan Siap Pakai |
|
|---|
| Antisipasi Karhutla Jelang Musim Kemarau, Pemprov Sumsel Akan Gelar Apel Siaga Karhutla 22 April |
|
|---|
| Pasca Lebaran, Kini Polda Sumsel Bersiap Untuk Siaga Potensi Karhutla |
|
|---|
| Sebabkan 24 Haktare Lahan Terbakar di Sungai Rambutan Ogan Ilir, Diduga Sengaja Dibakar Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Karhutla-Masih-Mengintai-Sumsel-Dapat-Tambahan-Helikopter-Water-Bombing-dari-BNPB.jpg)