Berita Palembang
Di Balik Sensus Ekonomi 2026 : Kisah Petugas Merekam Denyut Ekonomi Sumsel
BPS Provinsi Sumatra Selatan mengerahkan sekitar 7.500 petugas dalam Sensus Ekonomi 2026.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Menurut Wahyu, para petugas akan berkeliling sesuai wilayah tugas masing-masing dengan mengunjungi rumah-rumah, bangunan usaha, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia pun meminta dukungan masyarakat agar proses pendataan berjalan lancar karena data yang dihimpun akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan ekonomi ke depan.
"Mohon dukungannya karena pendataan ini penting," katanya.
Wahyu menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan upaya untuk "mendiagnosis ulang" kondisi ekonomi daerah setelah sensus terakhir dilakukan sepuluh tahun lalu.
"Nanti akan terlihat dari sisi jumlahnya, kemudian juga aktivitasnya bergerak di sektor mana. Kita ingin melihat kembali bagaimana potensi ekonomi di suatu wilayah," jelasnya.
Data yang terkumpul nantinya juga akan menunjukkan perubahan struktur ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir.
Misalnya, perkembangan sektor industri, perdagangan, maupun perubahan pada sektor pertanian di suatu daerah.
Selain usaha yang memiliki lokasi atau bangunan khusus, petugas juga akan mendata berbagai bentuk usaha baru yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.
Saat ini banyak masyarakat yang menjalankan usaha dari rumah atau melalui platform digital tanpa memiliki toko fisik.
"Sekarang dengan adanya teknologi, orang sudah mudah melakukan usaha. Tidak harus punya tempat usaha khusus, bisa dari rumah melalui aplikasi atau teknologi. Aktivitas usaha seperti itu juga akan kita catat," katanya.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi ekonomi di Sumsel, mulai dari jenis usaha, skala usaha, hingga pemanfaatan teknologi dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
"Harapannya tentu kita bisa melakukan pendataan secara lengkap. Sektornya apa, kelas usahanya bagaimana, apakah mikro, kecil, menengah atau besar, kemudian apakah memanfaatkan teknologi atau tidak, dan sebagainya," ungkapnya.
Ia menambahkan, hasil sensus nantinya akan menjadi sumber data strategis bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan dan pengembangan ekonomi daerah.
"Atas memiliki gambaran tersebut, kita bisa melihat kembali bagaimana struktur ekonomi suatu daerah dan apa potensinya. Data-data itu nantinya akan digunakan untuk mengambil kebijakan-kebijakan ke depan," katanya.
Dari data yang mereka kumpulkan, pemerintah dapat melihat potret perekonomian secara utuh dan menyusun langkah pembangunan yang lebih tepat sasaran.
| PBNU Tetapkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026, ini Penjelasan PCNU Palembang |
|
|---|
| Pria di Palembang Ditodong Pisau dan Disiram Air Keras oleh Tetangga, Diduga karena Dendam Lama |
|
|---|
| Ini Jadwal Bagi Rapor dan Awal Masuk Sekolah Siswa SMA di Sumsel Tahun Ajaran Baru 2026/2027 |
|
|---|
| Pendaftaran Seleksi Mandiri Unsri Dibuka Hingga Juli, Calon Mahasiswa Diimbau Tak Asal Pilih Jurusan |
|
|---|
| Oknum Bhayangkari di Sumsel Resmi Ditetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Di-Balik-Sensus-Ekonomi-2026-Kisah-Petugas-Merekam-Denyut-Ekonomi-Sumsel.jpg)