Berita Ogan Ilir

Kisah Remaja Asal Ogan Ilir Bernama David Beckham Berjuang Melawan Kanker Tulang, Kakinya Bengkak

Di ruang perawatan rumah sakit, David tampak terbaring lemah sembari menjalani serangkaian terapi.  

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
DIRAWAT - Seorang remaja bernama David Beckham (15), warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini tengah berjuang melawan penyakit kanker tulang yang dideritanya. Kini David dirawat di RSMH Palembang, Kamis (11/6/2026) 

Ringkasan Berita:
  • David Beckham (15), siswa kelas III SMP asal Ogan Ilir, kini menjalani perawatan dan kemoterapi di RSMH Palembang setelah didiagnosis menderita kanker tulang yang telah dideritanya hampir satu tahun.
  • Sebelum sakit, David dikenal rajin membantu ekonomi keluarga dengan memanen cabai, namun pengobatannya sempat terhenti karena keterbatasan biaya.
  • Keluarga berharap David segera pulih, dapat melanjutkan sekolah, serta mendapat dukungan agar proses pengobatannya berjalan lancar hingga tuntas.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Seorang remaja bernama David Beckham (15), warga Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini tengah berjuang melawan penyakit kanker tulang yang dideritanya. 

Siswa kelas III SMP tersebut sudah sepekan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Di ruang perawatan rumah sakit, David tampak terbaring lemah sembari menjalani serangkaian terapi.  

Sang ibu, Sumarni, bersama pamannya, Mukminin, setia mendampingi proses pengobatan yang kini tengah dijalani remaja tersebut.

Mukminin mengatakan, David mulai dirawat di RSMH Palembang sejak satu minggu terakhir setelah kondisinya semakin memburuk.

"David dirawat di sini sudah satu minggu dan saat ini sedang menjalani kemoterapi untuk pengobatan kanker tulang yang dideritanya,” kata Mukminin saat ditemui di RSMH Palembang, Kamis (11/6/2026).

Ia menuturkan, sebelum diketahui mengidap kanker tulang, David dikenal sebagai anak yang gigih dan berusaha membantu kebutuhan hidupnya sendiri.

Meski berasal dari keluarga kurang mampu, David tetap bersemangat mencari penghasilan tambahan dengan memanen cabai milik warga.

Menurut Mukminin, keluarga sebenarnya telah melarang David bekerja karena usianya masih muda.

Namun David tetap ingin membantu perekonomian keluarga.

“Kami sudah melarang David untuk mencari uang sendiri. Tapi namanya anak-anak, dia tetap semangat ingin mendapatkan uang. Memang kondisi ekonomi keluarga juga terbatas,” katanya.

Baca juga: Pilu Remaja di PALI Tubuh Kurus Digerogoti Kanker Paru-paru, Bersama Ibu Tinggal di Gubuk Terpal

Usai memetik cabai, David mulai mengeluhkan rasa sakit dan gatal pada bagian kakinya.

Awalnya keluarga menganggap keluhan tersebut sebagai hal biasa karena tinggal di daerah pedesaan.

Namun seiring waktu, muncul benjolan yang terus membesar dan kondisinya semakin mengkhawatirkan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved