Harga BBM
Pasca Kenaikan Pertamax, Antrean Pertalite Diserbu Pengendara di Sejumlah SPBU Palembang
Pengendara motor yang biasanya menggunakan Pertamax sebagai BBM sehari-hari kini mulai beralih menggunakan Pertalite.
Penulis: Angga Azka | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Imbas kenaikan harga Pertamax, banyak pengendara memilih untuk mengantri isi BBM jenis pertalite
- Sejumlah SPBU di Palembang terlihat antrian panjang pasca dua hari setelah kenaikan\
- Petugas SPBU, Anggi mengungkapkan untuk stok BBM Pertalite saat ini masih relatif aman meskipun ramai antrian.
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax pada 10 Juni 2026 kemarin membuat antrian panjang jalur Pertalite diserbu para pengendara.
Harga Pertamax sendiri di banderol dengan harga Rp 16.650 perliternya.
Pengendara motor yang biasanya menggunakan Pertamax sebagai BBM sehari-hari kini mulai beralih menggunakan Pertalite.
Kenaikan harga BBM Pertamax ini membuat semakin ramainya antrian Pertalite di beberapa SPBU di kota Palembang yang masih di harga subsidi Rp 10.000 ribu perliternya.
Dalam pantauan Sripoku.com, di salah satu SPBU Kota Palembang di jalan Dr. M. Isa No.16, Duku, Ilir Timur II, kota Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (11/6/2026), terlihat antrian BBM jenis Pertalite pada jalur sepeda motor memanjang hingga mendekati tepi jalan.
Sedangkan untuk pengisian BBM jenis Pertamax terlihat renggang yang biasanya ramai.
Melihat antrian yang panjang ini terlihat beberapa pengendara motor kerap memutuskan untuk berbalik arah dengan nasip mencari SPBU terdekat yang tidak terlalu ramai.
Baca juga: Imbas Rupiah Anjlok dan BBM Naik, Harga Material di OKU Melonjak Buat Pembeli Makin Sepi
Pasalnya di SPBU di jalan Dr. M. Isa ini menggunakan dua lajur bagi pengendara sepeda motor untuk mengantri Pertalite.
Salah satu petugas SPBU Anggi mengungkapkan jika kerenggangan BBM jenis Pertamax mulai terasa saat Pertamina melakukan penyesuaian harga dari Pertamax 92 seharga Rp12.600 per liter. Kini naik menjadi Rp 16.650 perliternya.
"Sudah renggang kak gak terlalu ramai kayak dulu pagi udah ramai Pertamax tapi sekarang banyak antri Pertalite," ujar Anggi.
Anggi sendiri mengungkapkan untuk stok BBM Pertalite saat ini masih relatif aman meskipun ramai antrian.
"Kita setiap hari ada pengiriman, jadi bisa amanlah," tutupnya.
Sementara itu, salah satu ojek online Rama mengungkapkan ia rela antri demi menghemat pengeluaran sehari hari.
"Kalau beli Rp 20 ribu sudah dapat 2 liter kalau mau beli Pertamax gak sampai Rp 2 liter uang Rp 20 ribu itu," ujar Am saat mengantri BBM jenis Pertalite pada Kamis (11/6/2026).
Untuk ojek online menurutnya kenaikan ini sangat memberatkan karena upah dari ojol sendiri terkadang cukup untuk makan dan minum sehari hari.
| Daftar Harga BBM di Provinsi Aceh per 10 Juni 2026, Pertamax Dibandrol Rp 16.650, Pertalite Tetap |
|
|---|
| Warga Pagar Alam Ngaku Tak Tahu Harga Pertamax Naik, Tetap Beli daripada Antre Pertalite Berjam-jam |
|
|---|
| Harga Pertamax Melonjak, Gubernur Sumsel Herman Deru Minta Warga Mampu Tak Beralih ke BBM Subsidi |
|
|---|
| Harga BBM Terbaru di Kepulauan Riau per 10 Juni 2026, Pertamax Tembus Rp17.000 |
|
|---|
| Daftar Harga BBM di Sumatra Barat per 10 Juni 2026, Pertamax Tembus Rp17.000 per Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Suasana-SPBU-Kota-Palembang-di-jalan-Dr-M-Isa-No16-Duku.jpg)