Dokter Muda di Palembang Dianiaya

Pengakuan Lengkap Dokter Gigi Muda di Palembang Dihantam Palu oleh OTK, Sekali Pukul Langsung Pecah

 Alda Tri Wahyuni, seorang dokter gigi muda di Palembang, menjadi korban kekerasan berujung penganiayaan berat oleh orang tidak dikenal (OTK).

Tayang:
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Youtube/Saksi Kata Tribun Sumsel
DOKTER GIGI DIANIAYA- Alda Tri Wahyuni, seorang dokter gigi muda di Palembang, menjadi korban kekerasan berujung penganiayaan berat oleh orang tidak dikenal (OTK). 

Kasus ini telah resmi dilaporkan oleh korban ke Polsek Sukarami untuk ditindaklanjuti.

"Ke Polsek Sukarami yang terdekat. Heeh, sudah. Terus ee diminta buat Visum. Sudah dilakukan Visum di Rumah Sakit Miria, karena jahitnya di Miria juga ada." bebernya.

Selain itu, palu besi milik pelaku yang tertinggal akibat sempat menancap di kepala korban kini telah diamankan sebagai barang bukti utama.

"Jadi waktu nancep itu dia enggak kepegang lagi, dia langsung pergi setelah itu," pungkas Alda yang berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku agar tidak ada korban lain yang berjatuhan.

Ciri-Ciri Fisik Pelaku: Pria Kurus Berusia Kepala Tiga

Untuk mempermudah proses penyelidikan dan membantu masyarakat yang mungkin melihat keberadaan pelaku, drg. Alda membeberkan ciri-ciri fisik pria temperamental tersebut.

Pelaku diperkirakan masih berusia produktif dan bertubuh kurus.

  • Usia: Kisaran 35 sampai 40 tahun ("Masih enggak terlalu tua, masih muda," kata Alda).
  • Perawakan: Berbadan kurus dengan tinggi badan sedang, sekitar 168 cm hingga 170 cm.
  • Pakaian Terakhir: Mengenai celana panjang warna cokelat dan atasan berupa baju rajut (sweater) berwarna hitam keabu-abuan.

Hingga saat ini, pelaku pemukulan menggunakan palu tersebut masih berkeliaran bebas.

Alda mengaku mengalami trauma mendalam dan merasa dilingkupi ketakutan setiap kali harus pulang ke rumah sendirian.

Ia pun menaruh harapan besar agar pihak kepolisianyang menangani kasus ini bisa segera meringkus pelaku.  

"Semoga polisinya cepat bergerak biar pelakunya cepat ketangkap. Karena kalau misalnya dibiarkan kan kita enggak tahu korban selanjutnya lagi. Kita kan enggak tahu motifnya, apa memang karena kesal motornya keserempet atau memang dia sudah merencanakan biar bisa memeras gitu, kita kan enggak tahu motif pertamanya." tandasnya.

Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif guna melacak keberadaan pelaku yang buron tersebut.

Aparat kepolisian mengonfirmasi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi kunci, serta mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi plat nomor asli kendaraan dan wajah pelaku.

Terkait hal ini, polisi mengeluarkan ultimatum tegas agar pelaku penganiayaan terhadap drg. Alda segera menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sebelum diambil tindakan tegas dan terukur oleh petugas di lapangan.

Polisi memastikan identitas pelaku tengah diburu dan optimistis kasus penganiayaan sadis di KM 9 ini akan segera terungkap dalam waktu dekat.

Sebelumnya, aksi anarkis pelaku saat merusak kendaraan dan menganiaya korban ternyata sempat terekam oleh kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. 

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved