Berita Palembang
Anak di Bawah 7 Tahun Kini Bisa Masuk SD, Psikolog Ingatkan Kesiapan Mental Anak
Pemerintah mengizinkan anak usia di bawah 7 tahun (minimal 5 tahun 6 bulan) masuk SD jika memiliki kesiapan psikis atau bakat istimewa.
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pemerintah mengizinkan anak usia di bawah 7 tahun (minimal 5 tahun 6 bulan) masuk SD jika memiliki kesiapan psikis atau bakat istimewa.
- Psikolog Devi Delia menegaskan bahwa kesiapan sekolah anak tidak melulu soal calistung (Membaca, Menulis, dan Berhitung).
- Kebijakan pelonggaran syarat usia mutlak ini disambut baik oleh DPR RI karena dinilai memperluas akses pendidikan nasional.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperbarui kebijakan mengenai batas usia calon murid, khususnya pada jenjang pendidikan SD melalui Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025 tentang Sistem Penerimaan Murid Baru.
Bahwa calon murid dengan usia di bawah 7 tahun tetap bisa mulai masuk jenjang pendidikan SD selama murid tersebut dinyatakan siap untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Namun, calon siswa yang disebut siap mengikuti pembelajaran harus memiliki kecerdasan hingga kesiapan itu, kata dia, haruslah dilampirkan dengan surat keterangan dari ahli yang memiliki otoritas untuk melegitimasi, seperti psikolog.
Menanggapi kebijakan baru tersebut, Psikolog Anak dan Remaja RS Charitas Palembang, Devi Delia, M.Psi., Psikolog mengatakan, kesiapan anak masuk SD tidak harus ditentukan dari kemampuan membaca dan berhitung, tetapi lebih penting dari sisi emosional dan mental atau psikis anak.
Menurutnya, anak yang siap sekolah harus memiliki emosi yang terkontrol, mau belajar, serta mampu bekerja sama saat diberikan tugas.
Hal itu akan terlihat saat anak menjalani pemeriksaan oleh psikolog, karena nantinya anak akan dilakukan tes atau pengamatan oleh psikolog untuk melihat bagaimana kesiapan dan kerja samanya saat diberikan tugas.
Misalnya bagaimana dia menyelesaikan soal yang diberikan, apakah mampu mengikuti instruksi atau tidak, dan apakah juga konsisten dilaksanakan.
Selain itu, kemampuan dasar seperti menulis juga menjadi perhatian penting.
Sebab saat memasuki SD, anak akan banyak melakukan aktivitas menulis sejak kelas satu.
“Kalau anak belum siap menulis atau pola gerak tangannya belum mampu mengikuti arahan yang harus ditulis, cara memegang alat tulis lemah, tentu ini akan menjadi kesulitan saat proses belajar di sekolah nanti,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Devi menjelaskan, apabila dalam tes ditemukan anak belum mampu mengikuti instruksi atau belum siap secara kemampuan, maka hal tersebut akan menjadi catatan bagi orang tahu agar terus melatih anak di rumah, baik dari sisi fisik maupun mental.
Tak hanya itu, kesiapan mental anak juga dinilai dari kemandirian dan kemampuan beradaptasi di lingkungan sekolah.
Anak diharapkan sudah mampu ditinggal orang tua saat belajar, mau berinteraksi dengan guru, hingga mampu melakukan kebutuhan dasar sendiri seperti buang air kecil dan besar ke toilet. Sebab tidak mungkin anak masih menggunakan diapers saat sudah masuk SD.
“Ada anak yang ketika berpisah dengan orang tuanya justru histeris dan mengamuk dan tidak mau belajar. Ini tentu akan menyulitkan guru saat proses pembelajaran berlangsung sebab tidak mungkin orang tuanya harus selalu mendampingi di dalam kelas,” jelasnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa persiapan utama sebelum masuk SD adalah kesiapan mental dan emosional, bukan semata kemampuan membaca dan berhitung.
| Sambut HUT Palembang, PIM Hadirkan Diskon Besar-besaran Hingga Hadiah Utama ke Bali |
|
|---|
| Transaksi Narkoba di Halaman Masjid, Dua Pengedar Sabu di Ogan Ilir Ditangkap Polda Sumsel |
|
|---|
| Kepergok Mencuri di Depan Polisi, Dua Sekawan di Palembang Langsung Ditangkap, Pelaku Ngaku Khilaf |
|
|---|
| Sempat Kejar-kejaran, Mahasiswa di Palembang Jadi Korban Jambret HP di Jakabaring |
|
|---|
| Depresi Usai Cerai, Pria di Palembang Nekat Panjat Tower Setinggi 20 M, Berujung Diselamatkan Damkar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/34-Tema-Acara-Hari-Kartini-2026-di-Sekolah-SDSMPSMA-Paling-Menarik-dan-Edukatif.jpg)