Isu Pembatasan Pertalite

Update Kabar Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Pertamina: Baru Sebatas Isu

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, buka suara terkait terkait isu larangan mobil bermesin di atas 1.400 cc dilarang menggunakan pertalite.

Tayang:
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
SRIPOKU/ANDYKA WIJAYA
ISU PEMBATASAN PERTALITE -- Suasana di SPBU Jakabaring, Palembang, beberapa waktu lalu. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026), buka suara terkait terkait isu larangan mobil bermesin di atas 1.400 cc dilarang menggunakan pertalite. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menegaskan bahwa isu pembatasan Pertalite untuk mobil di atas 1.400 cc mulai 1 Juni 2026 belum memiliki keputusan resmi dari pemerintah.
  • Isu tersebut sbelumnya beredar melalui video berantai di WhatsApp.
  • Narasi video tersebut menyebutkan sejumlah mobil populer yang terancam dilarang menggunakan Pertalite.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Menanggapi ramainya isu larangan mobil bermesin di atas 1.400 cc menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai 1 Juni mendatang, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi mengatakan hingga saat ini belum ada informasi resmi terkait kebijakan tersebut dari Pertamina pusat.

Menurutnya, apabila memang ada regulasi baru mengenai pembatasan penggunaan Pertalite, maka biasanya akan diawali dengan pernyataan resmi dari pemerintah sebelum diteruskan oleh Pertamina sebagai pelaksana kebijakan.

Pertamina ini hanya pelaksana atau perpanjangan tangan pemerintah.

Biasanya jika ada kebijakan seperti ini, statement awal akan keluar dari pemerintah terlebih dahulu.

"Kalau belum ada pemberitahuan dari pemerintah, berarti itu masih sebatas isu," ujarnya saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Rabu (20/5/2026).

Rusminto mengatakan hingga kini Pertamina Pusat juga belum memberikan informasi maupun pernyataan resmi terkait isu larangan kendaraan di atas 1.400 cc mengonsumsi Pertalite yang disebut-sebut mulai berlaku pada 1 Juni.

Baca juga: Beredar Kabar Mobil di Atas 1400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Pertamina Buka Suara

Karena belum adanya keputusan maupun pengumuman resmi dari pemerintah, ia menilai informasi yang beredar di masyarakat saat ini masih sebatas isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Hingga sejauh ini belum ada statement resmi, jadi hal ini masih dinilai sebagai isu semata yang berkembang di masyarakat,” katanya.

Beredar video singkat yang dibagikan pada pesan berantai WhatsApp menampilkan narasi pengetatan aturan pemberlakuan subsidi tepat untuk BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Dalam video itu disebut mulai 1 Juni 2026, pembatasan Pertalite diperketat, mobil di atas 1.400 cc dilarang atau tidak boleh isi Pertalite lagi.

Sebab, jika kode batang (barcode) yang dimiliki mobil tersebut dipindai (discan), maka secara otomatis nosel (nozzle) pompa tidak akan hidup dan tidak bisa isi BBM bersubsidi tersebut.

Dalam narasi video yang beredar tersebut, disebut salah satu kriteria yang menjadi sorotan adalah kapasitas mesin kendaraan, di mana batas maksimal yang diusulkan berada di kisaran 1.400 cc.

Jika aturan ini diterapkan penuh, maka kendaraan dengan kapasitas mesin di atas batas tersebut berpotensi tidak lagi berhak menggunakan BBM bersubsidi.

Sejumlah mobil populer pun masuk kategori terdampak. Di segmen MPV, model seperti Toyota Avanza, Toyota Veloz, hingga Mitsubishi Xpander memiliki kapasitas mesin di atas 1.400 cc, sehingga berpotensi tidak lagi menggunakan Pertalite.

Tak hanya MPV, segmen SUV juga ikut terseret. Model seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, dan Honda BR-V juga memiliki kapasitas mesin yang melebihi batas tersebut.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved