Iduladha 2026

Melihat Panda, Sapi Simental Seberat 964 Kilogram Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden di Palembang

Tejo menjelaskan, sapi tersebut didatangkan dari Lampung dan telah dipeliharanya selama satu tahun terakhir.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
Sapi Kurban Presiden - Sapi bernama Panda yang jadi sapi kurban dari Presiden Prabowo di  Peternakan Mas Tejo di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (18/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sapi jenis simental seberat 964 kilogram bernama "Panda" saat berada di Peternakan Mas Tejo, Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang.
  • Sapi bercorak unik menyerupai panda ini resmi terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto untuk Kota Palembang pada Iduladha tahun ini.
  • Total ada sebanyak 18 sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk Sumsel

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG  — Seekor sapi jenis simental dengan bobot mencapai 964 kilogram milik peternak Mas Tejo terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo untuk Kota Palembang pada Iduladha tahun 2026 ini. 

Sapi tersebut diberi nama “Panda” karena memiliki corak warna hitam dan putih yang menyerupai panda.

"Bersyukur sapi bernama Panda ini terpilih untuk sapi kurban dari Presiden Prabowo untuk Kota Palembang," kata Mas Tejo saat ditemui di Peternakannya di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (18/5/2026).

Tejo menjelaskan, sapi tersebut didatangkan dari Lampung dan telah dipeliharanya selama satu tahun terakhir.

Saat pertama kali dibeli, bobot sapi itu masih sekitar 650 kilogram. Kini, beratnya meningkat menjadi 964 kilogram atau bertambah lebih dari 300 kilogram.

Menurut Tejo, perawatan sapi berbobot besar membutuhkan perhatian khusus, terutama dari sisi pakan dan nutrisi.

Setiap hari, Panda mengonsumsi ampas tahu hingga 15 kilogram, ongok sekitar 15 kilogram, serta konsentrat sebanyak 2 hingga 3 kilogram.

Selain itu, rumput juga disediakan sebanyak yang mampu dimakan sapi tersebut.

“Sapi besar harus full makanan vitamin konsentrat, ampas tahu bisa sampai 15 kilogram, ongok 15 kilogram, konsentrat 2 sampai 3 kilogram per hari, dan rumput semampu sapinya makan kita siapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan rumput untuk ternaknya relatif aman karena memiliki bank pakan sendiri yang dipanen rutin setiap dua minggu sekali.

Mas Tejo sendiri telah berjualan sapi sejak tahun 1996. Di peternakannya, ia menyediakan berbagai jenis sapi seperti Bali, simental, Madura, hingga persilangan Bali-Madura. 

"Sapi Bali menjadi jenis yang paling banyak diminati pembeli karena memiliki tulang kecil namun daging yang lebih banyak," katanya

Untuk harga, sapi yang dijual di peternakannya dibanderol mulai dari Rp17 juta, tergantung jenis dan ukuran sapi.

Baca juga: Melihat Arjuna, Sapi Simmental Seberat 1,18 Ton, Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo di Palembang

Baca juga: Penampakan Sapi Angus Hitam Kurban Presiden Prabowo di Musi Rawas, Punya Bobot 917 Kilogram

Total Ada 18 Sapi dari Prabowo untuk Sumsel 

Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan 18 ekor sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto pada momen Idul Adha 2026.

Bantuan tersebut dibagikan untuk 17 kabupaten/kota di Sumsel serta satu ekor untuk Pemerintah Provinsi Sumsel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel, Ruzuan Efendi mengatakan, setiap kabupaten/kota mendapatkan satu ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo.

"Sumsel ada 17 kabupaten/kota, maka masing-masing mendapatkan satu sapi kurban dari Presiden Prabowo dan Provinsi Sumsel juga mendapat satu ekor, sehingga total di Sumsel ada 18 sapi dari Presiden Prabowo,” kata Ruzuan saat ditemui di peternakan sapi Mas Tejo, Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang, Senin (18/5/2026).

Menurut Ruzuan, Kota Palembang mendapatkan dua ekor sapi kurban Presiden.

Satu ekor merupakan jatah Pemerintah Kota Palembang dengan nama sapi “Panda”, sementara satu ekor lainnya merupakan jatah Pemerintah Provinsi Sumsel dengan nama sapi “Arjuna”.

“Untuk Palembang ada dua sapi dari Presiden Prabowo. Satunya punya Kota Palembang nama sapinya Panda dan satunya Provinsi Sumsel nama sapinya Arjuna,” ujarnya.

Sementara itu, sapi bernama Panda saat ini memiliki bobot mencapai 964 kilogram.

Menurut Ruzuan, apabila dirawat dengan baik hingga Idul Adha nanti, berat Panda berpotensi mendekati satu ton.

Ia menjelaskan, proses pemilihan sapi dilakukan dengan mengajukan tiga kandidat dari masing-masing daerah sebelum dipilih satu ekor terbaik.

Kriteria utama sapi kurban Presiden yakni memiliki bobot di atas 900 kilogram serta kondisi fisik yang sehat dan prima.

“Kita yakin di Sumsel banyak sapi dengan bobot di atas 900 kilogram. Maka rata-rata sapi dari Presiden di Sumsel beratnya di atas 950 kilogram, bahkan beberapa sapi ada yang di atas satu ton,” katanya.

Ruzuan menambahkan, sapi kurban bantuan Presiden untuk Pemerintah Provinsi Sumsel akan disalurkan ke Masjid Taqwa Palembang.

Sedangkan sapi bantuan untuk Kota Palembang akan dipotong di Musala Nurul Huda, kawasan 1 Ulu.

"Penyembelihan sapi kurban dapat dilakukan di lokasi yang padat lingkungan, baik di musala maupun masjid. Kepada peternak, sapi yang dipilih Presiden harus dipelihara dengan baik agar tetap sehat sampai hari raya Idul Adha," katanya.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved