Iduladha 2026

Jelang Iduladha 2026, Hewan Kurban di Lubuklinggau Sepi Peminat, Pedagang Terpaksa Banting Harga

Penurunan daya beli masyarakat membuat penjualan hewan kurban seperti kambing di Kota Lubuklinggau, Sumsel 'lesu'.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
PEDAGANG KAMBING -- Bilal pedagang kambing kurban yang berjualan di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Majapahit Kota Lubuklinggau saat ditemui, Minggu (17/5/2026). Menurutnya, antusias masyarakat membeli hewan kurban di tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya. 

Ringkasan Berita:
  • Dampak penurunan daya beli masyarakat membuat omzet penjualan kambing kurban di Lubuklinggau menjadi lesu.
  • Untuk menyiasati situasi tersebut, para pedagang terpaksa menurunkan harga jual hewan kurban.
  • Di sisi lain, Dinas Pertanian Kota Lubuklinggau akan menerjunkan tim khusus untuk memeriksa kelayakan ternak.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Penurunan daya beli masyarakat membuat penjualan hewan kurban seperti kambing di Kota Lubuklinggau, Sumsel 'lesu'.

Lesunya masyarakat untuk berkurban saat ini tak lepas dari faktor ekonomi, karena masyarakat lebih memilih menunda berkurban bila tidak punya cukup uang.

Hal tersebut disampaikan oleh Bilal, salah satu pedagang kurban yang dijumpai di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Majapahit, Kota Lubuklinggau.

"Kita tahun ini hanya menyediakan 30 kambing kurban, baru beberapa ekor yang laku," kata Bilal kepada Tribunsumsel.com, Minggu (17/5/2026).

Bilal mengatakan hal ini bertolak belakang dengan tahun lalu, di mana dari satu bulan sebelum lebaran animo masyarakat membeli kambing sudah terlihat.

"Jauh dari tahun lalu, tahun lalu sebulan sebelumnya sudah banyak yang tanya-tanya, sekarang belum terlalu terlihat padahal Iduladha tinggal satu minggu lagi," ungkapnya.

Bahan untuk tahun ini harga kambing mengalami penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya.

Di lapak kambing kurban pinggir jalan yang ia jual menyediakan dua jenis kambing kurban, yakni jenis kacang dan randu Jawa.

Baca juga: Stok Bawang Brebes Kosong di Pasar Baturaja OKU Jelang Iduladha, Dikeluhkan Ibu-ibu

Untuk kambing jenis kacang dibanderol dengan harga Rp3 jutaan per ekor dan untuk kambing randu Jawa dibanderol Rp4–5 juta. Harga ini jelas lebih rendah dibanding tahun sebelumnya. 

"Harga ini masih bisa nego, tapi jelas jauh turun. Untuk randu Jawa itu tahun lalu harganya sampai Rp6 juta, sekarang Rp5 juta, itu pun masih nego," ungkapnya.

Bilal menambahkan, biasanya dari dua jenis tersebut yang paling banyak diminati biasanya kambing jenis kacang karena harga ekonomis dan dagingnya banyak.

"Kalau minat masyarakat paling banyak kambing kacang, murah dagingnya banyak," ungkapnya.

Sementara, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lubuklinggau, Fikri, mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan hewan kurban pada 18 hingga 20 Mei 2026.

"Dalam pengecekan nanti akan diturunkan petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sebanyak 11 orang. Terdiri dari dokter hewan, petugas paramedik, dan petugas penyuluh lapangan (PPL) yang juga ikut serta mendampingi," katanya.

Menurutnya, pengecekan rutin terhadap hewan kurban di kandang-kandang milik peternak di Lubuklinggau sudah lebih dulu berjalan beberapa hari sebelumnya hingga saat ini.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved