Palembang

Perempuan tak Hanya Urus Rumah Tangga, tapi Juga Harus Jadi Agen Perubahan Sosial dan Ekonomi

Peningkatan ekonomi perempuan berdampak langsung pada pencegahan kekerasan. Banyak korban kekerasan bertahan karena ketergantungan ekonomi

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Lisma Noviani
LISMA/GRAFIS/CANVA
PEREMPUAN AGEN PERUBAHAN - Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Aprin menggelar talk show interaktif, Selasa (13/5/2026 di kampus STIE Aprin Palembang.  (Dok WCC)  

Pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini menambahkan bahwa pencegahan kekerasan dan permasalahan sosial lainnya bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan perlu kolaborasi semua elemen masyarakat. “Pencegahan bisa dilakukan oleh siapa saja dan harus bersinergi untuk hasil yang maksimal,” tuturnya.

Talkshow ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana perempuan dapat menjadi agen perubahan yang kuat dalam menjaga kesehatan keluarga, lingkungan, dan ekonomi. Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan bebas dari kekerasan. 

Perempuan memiliki kapasitas strategis dalam pemenuhan hak-hak perempuan, termasuk hak kesehatan seksual dan reproduksi, serta advokasi isu-isu sosial penting seperti pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Selain itu, perempuan juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesehatan keluarga melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat. 

Peran mereka juga sangat vital dalam pelestarian lingkungan dengan mengadopsi praktik-praktik ramah lingkungan yang berkelanjutan di tingkat rumah tangga maupun komunitas.


Sosialisasi Pembalut Kain Cindo-Pads

Sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi perempuan, WCC Palembang memperkenalkan edukasi singkat sekaligus pengenalan usaha mikro berkelanjutan yang dikelola bersama kelompok perempuan di Kota Palembang. 

Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah produk pembalut kain (Cindo Pads) yang dapat digunakan kembali. Produk ini dibuat dari bahan kain yang higienis dan ramah lingkungan, sebagai alternatif yang mendukung kesehatan dan menjaga kelestarian lingkungan.

Kelompok perempuan yang berkolaborasi dalam usaha ini meliputi Bank Sampah Kenanga, HWDI Sumsel, WLCC Palembang, dan Kelompok Perempuan Jaya Bersama. Melalui kolaborasi ini, WCC Palembang berharap dapat meningkatkan kemandirian finansial perempuan sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Kegiatan ini menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dan multifungsi dalam keluarga dan masyarakat. Mereka tidak hanya sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga agen perubahan yang mampu berkontribusi dalam pemenuhan hak, kesehatan keluarga, pelestarian lingkungan, serta pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. 

WCC Palembang berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan peran aktif perempuan di berbagai aspek kehidupan.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perempuan sebagai pilar utama dalam pembangunan keluarga dan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan di Palembang.(Rel)

Baca juga: Cara Pesan Cindo Pads, Brand Pembalut Wanita Ramah Lingkungan Pertama Diproduksi Perempuan Sumsel

Baca juga: 7 Fakta Provinsi Sumatera Selatan, Momentum Peringatan HUT ke-80 pada 15 Mei 2026

Baca juga: 4 Contoh Naskah Sambutan Pidato Hari Kebangkitan Nasional 2026, Membangkitkan Semangat Berkarya

Baca juga: 3 Contoh Naskah Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026, Penuh Hikmat untuk Instansi hingga Sekolah

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved