Palembang
Perempuan tak Hanya Urus Rumah Tangga, tapi Juga Harus Jadi Agen Perubahan Sosial dan Ekonomi
Peningkatan ekonomi perempuan berdampak langsung pada pencegahan kekerasan. Banyak korban kekerasan bertahan karena ketergantungan ekonomi
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Lisma Noviani
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Memperingati Hari Keluarga Sedunia yang jatuh pada hari ini Jumat 15 Mei 2026, Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Aprin menggelar talk show interaktif, belum lama ini di kampus STIE Aprin Palembang.
Acara ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang antusias mendengarkan paparan dan diskusi seputar peran perempuan dalam menjaga kesehatan, lingkungan, dan kemandirian finansial keluarga.
Talk show yang mengangkat tema “Perempuan, Lingkungan dan Kemandirian Finansial: Peran Perempuan sebagai Agen Perubahan dalam Menjaga Kesehatan, Lingkungan dan Ekonomi Keluarga” ini dimoderatori oleh Ketua Dewan Pengurus WCC Palembang, Yeni Roslaini Izi.
Acara yang berlangsung dengan antusiasme tinggi ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang organisasi perempuan dan lingkungan, diantaranya Direktur WALHI Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada SSos MS, Ketua Rumah Ibu sekaligus Pembina WCC Palembang, Hj Maphilinda Syahrial Oesman MIKom, serta Ketua Satgas PPKPT STIE Aprin Palembang, Dr Dra Hj Telly Pauline Ulviana Siwi MSi MMPSi, dan Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani.
Dalam sesi diskusi, para narasumber menegaskan pentingnya peran perempuan yang tidak hanya terbatas sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga sebagai agen perubahan yang aktif dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan ekonomi.
Direktur WCC Palembang, Yessy Ariyani memaparkan peran WCC yang fokus pada pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan, penguatan kepemimpinan, dan ekonomi perempuan melalui program koperasi simpan pinjam dan usaha mikro berkelanjutan seperti pembuatan pembalut kain Cindo-Pads.
“Peningkatan ekonomi perempuan berdampak langsung pada pencegahan kekerasan. Sebelumnya, banyak korban kekerasan bertahan karena ketergantungan ekonomi,” kata Yessy.
Hal ini menegaskan pentingnya ekonomi mandiri sebagai benteng perlindungan perempuan.
Sementara itu Direktur WALHI Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada menyoroti keterkaitan erat antara kerusakan lingkungan dan perempuan.
“Perempuan sangat dekat dengan sumber daya alam, terutama air. Ketika air tercemar, perempuan yang paling terdampak karena peran mereka dalam keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perempuan juga menjadi tulang punggung pengetahuan masyarakat dalam menjaga tanaman dan lingkungan sekitar. Kerusakan lingkungan tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga menambah kerentanan perempuan terhadap kekerasan.
Dr. Dra. Hj Telly Pauline Ulviana Siwi, Ketua Satgas PPKPT STIE Aprin Palembang, menjelaskan bahwa keberadaan Satgas PPKPT yang diwajibkan oleh Permendikbudristek tahun 2024 merupakan langkah strategis untuk melindungi civitas akademika dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk bullying dan kekerasan seksual.
“Pencegahan kekerasan harus dilakukan secara berkelanjutan agar lebih efektif,” katanya. Satgas ini juga menjadi wadah edukasi dan pencegahan yang aktif di lingkungan kampus.
Ketua Rumah Ibu, Maphilinda Syahrial Oesman menjelaskan bahwa Rumah Ibu telah melakukan berbagai bentuk kreativitas yang tidak hanya menambah penghasilan keluarga, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk mandiri secara ekonomi. “Kreativitas ini juga menjadi sarana melatih kesehatan mental, karena saat kita berkegiatan produktif, mental kita juga terjaga,” ujarnya. Rumah Ibu memberikan contoh nyata bagaimana inovasi di bidang ekonomi dapat bersinergi dengan aspek kesehatan psikologis perempuan.
cindo pad adalah
Woman Crisis Center (WCC)
WCC Palembang
15 mei hari keluarga internasional
hari keluarga internasional 2026
Tribunsumsel.com
Tribunnews.com
| Polrestabes Palembang Ringkus Buruh Pengedar Narkoba di Gandus, Simpan Sabu dalam Helm |
|
|---|
| Profil Jembatan Musi 5 Bakal Dioperasikan Jelang Lebaran 2026, Panjang 1,6 KM Terletak di Gandus |
|
|---|
| 6 Tempat Nonton Kembang Api di Palembang Saat Malam Tahun Baru 2026 |
|
|---|
| SMB IV: Benteng Kuto Besak adalah Warisan Sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, Cagar Budaya |
|
|---|
| Jadwal Libur Sekolah Desember Akhir Tahun 2025 Wilayah Sumatera Selatan untuk Jenjang TK hingga SMA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/talkshow-wcc.jpg)