Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Sampel DNA Keluarga 17 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Sudah Lengkap, Hasil Segera Keluar

Tim forensik DVI Polda Sumsel telah menghimpun seluruh sampel DNA dari 17 korban tewas kecelakaan bus ALS di Muratara.

Tayang:
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
IDENTIFIKASI JENAZAH -- Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, saat menyampaikan perkembangan proses pengumpulan sampel DNA korban kecelakaan bus ALS, Selasa (12/5/2026). Semua sampel DNA dari keluarga sudah dikumpulkan 

"Pada label penomoran PM008, itu kita menemukan ada dua sampel yang berbeda dalam satu kantong jenazah tadi. Lengket dia," ungkap Kombes Pol. Budi di RS Bhayangkara kepada Tribunsumsel.com.

Setelah dilakukan pendalaman secara ilmiah, tim berhasil mengidentifikasi bahwa salah satu dari jenazah yang menempel tersebut diduga kuat merupakan seorang balita.

"Didapatkan memang dia tidak identik dengan jenazah yang satu lagi. Kemungkinan adalah jenazah balita atau kurang dari lima tahun," tambahnya.

Temuan ini membuat kantong PM008 kini memiliki dua penomoran baru, yakni 08B dan 08C.

Ketika ditanya jenis kelamin kedua body part itu, dr. Budi menambahkan bahwa dirinya belum bisa memastikan.

Ia meminta keluarga korban untuk membantu memberikan data tambahan, seperti baju atau benda milik korban yang mengandung epitel kulit atau sikat gigi, guna mencocokkan profil DNA dengan jenazah yang ditemukan.

Penyebab Kecelakaan, Hindari Lubang

Berdasarkan hasil olah TKP oleh Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Musirawas Utara, penyebab utama kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Karang Jaya ini adalah upaya bus menghindari lubang.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bahwa bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif hilang kendali saat mencoba menghindari lubang jalan.

"Bus berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah berlawanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil," ungkap AKBP Rendy.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan yang diduga memicu besarnya api, di antaranya:

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak manajemen bus ALS untuk dimintai keterangan terkait standar operasional dan prosedur pengangkutan penumpang.

 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved