Berita Palembang
Januari–April 2026, Kemenhut Catat 182,54 Hektare Lahan di Sumatra Selatan, Muratara Terluas
Dari delapan daerah yang terdampak, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan selama periode Januari hingga April 2026 dilaporkan telah mencapai 182,54 hektare.
- Berdasarkan data analisis citra satelit Sipongi Kementerian Kehutanan, dari 8 daerah yang terdampak, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mencatat luasan kebakaran terbesar dengan total 53,2 hektare.
- Lahan yang terbakar didominasi oleh tanah mineral sebesar 181,4 hektare, sementara lahan gambut tercatat 1,1 hektare di wilayah Muba.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 182,54 hektare.
Dari delapan daerah yang terdampak, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni mencapai 53,2 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatra, Ferdian Kristanto, mengatakan bahwa data tersebut berdasarkan hasil analisis citra satelit yang dihimpun melalui sistem Sipongi dan masih bersifat rekapitulasi sementara.
"Luas karhutla pada Januari–April 2026 di Sumsel berdasarkan perhitungan periode Januari–April hasil analisis citra satelit oleh Kemenhut, BRIN, dan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 182,54 hektare,” kata Ferdian, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, terdapat delapan daerah di Sumsel yang mengalami karhutla sepanjang empat bulan pertama tahun ini. Wilayah terdampak terluas berada di Kabupaten Muratara dengan total 53,2 hektare lahan terbakar.
Baca juga: BPBD Provinsi Sumsel Catat Per 3 Agustus 2025 Ada 144 Karhutlah, Lahan Terbakar Seluas 43,08 Hektare
Selanjutnya, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, Ogan Komering Ilir (OKI) 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, Lahat 6 hektare, dan OKU Selatan 1,4 hektare.
Menurut Ferdian, lahan yang terbakar didominasi oleh tanah mineral dengan luas mencapai 181,4 hektare, sedangkan lahan gambut tercatat seluas 1,1 hektare yang berlokasi di wilayah Muba.
“Lahan yang terbakar didominasi tanah mineral seluas 181,4 hektare dan gambut 1,1 hektare. Luasan karhutla di lahan gambut itu terjadi di Muba,” ujarnya.
Ferdian menambahkan, luas karhutla pada Januari–April 2026 ini lebih tinggi dibandingkan dengan dua tahun terakhir pada periode yang sama. Pada periode Januari–April 2024, luas karhutla tercatat 144,2 hektare, sedangkan pada 2025 hanya mencapai 5 hektare.
Meski demikian, angka karhutla tahun ini masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 485,1 hektare dan tahun 2023 sebesar 995,3 hektare.
Baca berita lainnya di google news
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com
| Rumah Warga di Perumahan PNS Pemkot Gandus Empat Kali Disatroni Maling, Wajah Pelaku Terekam CCTV |
|
|---|
| Hanya Saling Tatap Mata, Pria di Palembang Dikeroyok Oleh Rombongan Pengendara Motor |
|
|---|
| Sedang Mabuk, Warga Tangkap Pencuri yang Resahkan Warga, Sering Beraksi di Jakabaring Palembang |
|
|---|
| Tabrak Median Jalan Hingga Terbalik, Truk Sampah DLH Palembang Timpa Babinsa TNI yang Kendarai Motor |
|
|---|
| Kamar Indekos Dibobol Maling, Guru SMP di Palembang Kehilangan iPhone dan iPad,Kerugian Rp 12 Juta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/32-Kali-Water-Bombing-Baru-Padamkan-Karhutlah-di-Muba.jpg)