Berita Palembang
Kemarau di Sumsel Diperkirakan Mulai Mei 2026, Bisa Berlangsung Hingga 5 Bulan
Awal musim kemarau paling dini diprediksi terjadi pada awal Mei, khususnya di wilayah OKI bagian selatan.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- BMKG umumkan potensi kemarau tahun ini datang lebih cepat dan lebih kering
- Musim kemarau datang 2 dasarian lebih cepat dari normalnya
- Masyarakat diminta waspada dampaknya kekeringan dan karhutla
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan memprediksi kemarau tahun ini datang lebih cepat dari jadwal normal. Selain itu, kemarau tahun ini juga lebih kering dengan durasi yang bervariasi di tiap wilayah.
Berdasarkan analisis terbaru menggunakan Zona Musim (ZOM) periode tahun 1991–2020, kemarau di Sumsel diperkirakan mulai terjadi pada Mei hingga Juni 2026.
Awal musim kemarau paling dini diprediksi terjadi pada awal Mei, khususnya di wilayah OKI bagian selatan.
Sekitar 29 persen wilayah mulai memasuki kemarau pada akhir Mei, sementara mayoritas wilayah atau 64 persen lainnya baru akan mengalami awal kemarau pada awal hingga pertengahan Juni.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tidak terjadi secara seragam, awal musim kemarau di Sumsel tahun ini cenderung maju dibandingkan normalnya.
"Musim kemarau datang lebih cepat dua dasarian atau sekitar 20 hari lebih cepat dari biasanya," kata Kepala BMKG Sumsel Dr Wandayantolis pada Tribunsumsel.com, Rabu (25/3/2026).
BMKG merinci musim kemarau ini curah hujan lebih kering atau hujan lebih sedikit sehingga meningkatkan potensi kekeringan serta risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.
Sementara itu puncak musim kemarau diprediksi Juli–Agustus dengan mayoritas normal.
Jika dibandingkan dengan kondisi normal, sebagian besar wilayah mengalami puncak kemarau yang relatif sama.
Namun, terdapat beberapa pengecualjan seperti Palembang bagian barat, Musi Banyuasin selatan, Banyuasin barat, PALI timur, Muara Enim utara, Ogan Ilir utara dan OKI barat, sebagian besar OKU Timur diprediksi mengalami puncak kemarau lebih awal sekitar satu bulan.
Sebaliknya, Pagar Alam dan Lahat diperkirakan mengalami puncak kemarau lebih lambat, bahkan mundur lebih dari satu bulan dari kondisi normal.
"Variasi ini menunjukkan adanya perbedaan spasial yang cukup tinggi antar wilayah di Sumatera Selatan," tambah Wandayantolis.
Baca juga: Kemarau Tahun 2026 Diprediksi Cukup Panjang, BPBD OKU Imbau Lapisan Masyarakat Lakukan Ini
Baca juga: Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan Saat Kemarau, Polisi Sosialisasikan Pencegahan ke Warga Empat Lawang
Durasi Kemarau Bisa Capai 5 Bulan
Durasi musim kemarau di Sumsel diperkirakan berlangsung antara 7 hingga 15 dasarian atau sekitar 2 hingga 5 bulan.
Wilayah Sumsel bagian tengah, terutama Sebagian besar Empat Lawang, sebagian kecil Lahat selatan mengalami durasi kemarau terpanjang yakni 13 hingga 15 dasarian atau 4-5 bulan kemarau.
| Jual Narkoba ke Polisi, 3 Pemuda Ditangkap di Sukabangun Palembang, Puluhan Ekstasi Disita |
|
|---|
| Dituduh Mencuri, Pemuda 18 Tahun di Palembang Jadi Korban Penganiayaan, Kini Lapor Polisi |
|
|---|
| Pesan Menhaj ke Jemaah Haji Embarkasi Palembang: Saling Jaga dan Tolong Menolong Sesama |
|
|---|
| 2 Pria Diamankan di 2 Lokasi Berbeda di Palembang, Karena Jadi Pengedar Sabu |
|
|---|
| 12 Tuntutan Mahasiswa Saat Menggelar Aksi di DPRD Sumsel, Soroti Dunia Pendidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Penyebab-Cuaca-Sumsel-Panas-Terik-Hampir-Sepekan-Diungkap-BMKG.jpg)