Berita Palembang
Siap-siap, BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 di Sumsel Datang Lebih Awal & Lebih Kering, ini Waktunya
BMKG memprediksi Sumsel termasuk wilayah di Indonesia yang akan akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dan lebih kering.
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- BMKG memprediksi Sumsel termasuk wilayah di Indonesia yang akan akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dan lebih kering dibanding tahun 2025.
- Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
- Diperkirakan kemarau akan berlangsung hingga Oktober 2026
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Sumatra Selatan akan memasuki musim kemarau tahun 2026 lebih awal dan lebih kering dibanding tahun 2025.
Kondisi cuaca ini akibat dampak berakhirnya La Nina lemah.
La Nina Lemah adalah salah satu kategori dari fenomena anomali iklim La Nina, yang ditandai dengan penurunan suhu muka laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, namun dengan intensitas yang tidak terlalu ekstrem.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Sumsel, Nandang Pangaribowo, mengatakan berdasarkan rilis prediksi musim kemarau (PMK) tahun 2026, musim kemarau di wilayah Sumatra Selatan diperkirakan datang lebih awal dari biasanya.
Kondisi kemarau ini juga sama dengan musim hujan yang tidak datang serentak di seluruh Sumsel sebab terbagi atas zona musim yang berbeda.
Sehingga jika satu zona musim kemarau datang lebih awal, maka saat musim hujan nantinya juga akan datang lebih awal.
Begitu pula sebaliknya, saat musim kemarau datang lebih lambat, maka musim hujan juga datang lebih lambat.
Untuk wilayah Sumsel bagian utara seperti Kabupaten Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, serta sebagian kecil Banyuasin, awal musim kemarau diprediksi maju dua dasarian atau maju 20 hari, yakni mulai Mei dasarian II hingga Juni dasarian I.
Sementara itu, wilayah Palembang, sebagian Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Prabumulih, OKU, OKU Selatan, PALI, Lahat, dan Empat Lawang diperkirakan mengalami awal musim kemarau lebih cepat satu dasarian, yakni pada Mei dasarian III hingga Juni dasarian II.
BMKG juga memprediksi sifat hujan di sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori bawah normal selama musim kemarau.
"Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko munculnya hotspot yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Nandang menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Sabtu (7/3/2026).
Nandang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026.
BMKG Sumatra Selatan juga mengingatkan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun 2025 karena sifat hujan berada di bawah normal atau lebih sedikit dibandingkan hujan saat normal.
"Masyarakat harus bijak dalam penggunaan air bersih serta mewaspadai peningkatan debu yang dapat memicu penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)," tutup Nandang.
Berikut rincian wilayah awal musim kemarau 2026 di Sumatra Selatan:
1. Wilayah Kemarau Maju 2 Dasarian
| Saat Salat, Wanita Lansia di Palembang Lihat Kobaran Api di Rumahnya, Kini Ludes Terbakar |
|
|---|
| 7 Mobil Terbakar di Bengkel Aman 3 Kalidoni Palembang, Diduga Korsleting Dari Mobil Triton |
|
|---|
| Puncak Kemarau Agustus 2026, 1.600 Personel Gabungan Disiagakan Hadapi Ancaman Karhutla di Sumsel |
|
|---|
| Daftar Nama Pejabat Pemkot Palembang yang Baru Dilantik Ratu Dewa, M Irman Resmi Jadi Kadispar |
|
|---|
| Berawal Jual Narkoba ke Polisi, 2 Orang di Palembang Ditangkap Karena Miliki 10,3 Kg Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bulan-Juni-Oktober-Sumsel-Masuk-Musim-Kemarau-2025.jpg)