Lansia di Palembang Diculik dan Dirampok
Motif Kakek di Palembang Rampok dan Bunuh Nenek Christina, Diduga Tertipu Modus Penggandaan Uang
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan, YG nekat melakukan hal itu karena kebutuhan ekonomi.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Polisi mengungkap motif pembunuhan sadis YG (61) terhadap Christina (80) dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi untuk berangkat ke Jakarta.
- YG juga diduga menjadi korban penipuan penggandaan uang oleh JI, sehingga hasil penjualan mobil korban digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.
- Usai kabur ke Tulungagung, YG akhirnya ditangkap tim gabungan Polres Tulungagung dan Resmob Mabes Polri.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polisi mengungkap motif pembunuhan secara sadis yang dilakukan YG (61) terhadap Christina (80) lansia pemilik kos dan pensiunan guru di Palembang.
Christina diketahui dijerat ketika di dalam mobil dan jasadnya dibakar di pinggir kebun sawit di Banyuasin.
Dirreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan, YG nekat melakukan hal itu karena kebutuhan ekonomi.
"Motifnya ekonomi, tersangka mau berangkat ke Jakarta dan membutuhkan uang. Ya salah satu uang hasil menjual mobil digunakan untuk itu," ujar Johannes, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, YG juga diduga menjadi korban penipuan oleh JI yang mengaku bisa menggandakan uang sehingga YG memberikan uang Rp 4,2 juta kepada JI.
"Hubungannya dengan pelaku JI, adalah YG diduga menjadi korban penipuan karena JI mengaku bisa menggandakan uang. Jadi uang hasil penjualan, handphone dan payung korban diberikan ke JI," tuturnya.
Setelah menghabisi nyawa Christina, YG menjual mobil milik korban kepada saksi bernama Apriyadi dengan dibantu oleh adiknya yakni Sw.
"Sw menerima uang Rp 400 ribu seusai membantu YG menjual mobil," katanya.
YG yang tahu kalau sedang dicari oleh polisi kabur ke Tulungagung dan ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Tulungagung dan Resmob Mabes Polri.
Kronologi Pembunuhan
Sebelumnya YG (61), pelaku utama pembunuhan dan pencurian terhadap Christina (80) lansia pemilik kos dan pensiunan guru di Palembang, menghabisi nyawa korban dengan cara menjeratkan tali ke leher.
Selain menjerat leher, tersangka YG juga membakar jasad korban menggunakan bensin dan korek api di bawah pohon sawit, Jalan Tanjung Api-api, Kecamatan Tanjung Lago, Banyuasin.
Dirreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Johannes Bangun mengatakan, kronologis pencurian disertai pembunuhan itu berawal dari ketika tersangka meminta diantarkan ke tempat temannya.
"Pelaku ada chat WA ke korban sekitar pukul 04:22 WIB minta diantar ke tempat temannya di kawasan Sukabangun menggunakan mobil korban. Kemudian ketika di KM 7, pelaku meminta korban menyetop kendaraannya," ujar Johannes saat rilis di Polda Sumsel, Rabu (28/1/2026).
Saat kendaraan berhenti, YG yang duduk di kursi belakang korban, langsung mengeluarkan tali dan menjerat leher korban hingga kesulitan bernafas dan meninggal dunia.
| Christina, Lansia di Palembang Tewas Dibunuh dan Jasadnya Dibakar, Mobilnya Dijual Pelaku Rp 53 Juta |
|
|---|
| Polisi Pastikan Kerangka Manusia di Kebun Sawit Banyuasin Adalah Christina, Gigi Jadi Petunjuk |
|
|---|
| Padahal Punya Hubungan Baik, Kakek di Palembang Tega Rampok dan Bunuh Nenek Christina, Jasad Dibakar |
|
|---|
| Siasat Licik YG Otak Pembunuh Christina Lansia di Palembang, Minta Antar Berujung Bakar Korban |
|
|---|
| Sadisnya Kakek di Palembang, Rampok dan Bunuh Nenek Christina di Palembang, Dijerat dan Dibakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kronologi-Pembunuhan-Christina-Dijerat-Tali-Lalu-Dibakar-Sempat-Dilaporkan-Hilang-Bersama-Mobilnya.jpg)