Berita Palembang

Reog Ponorogo Terus Dilestarikan di Sumsel, Bukan Cuma Hiburan Tapi Bernilai Edukasi

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Wagub Sumsel beberapa waktu lalu tersebut disambut hangat oleh Cik Ujang. 

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/IST
DILESTASIKAN - Reog Ponorogo Terus Dilestarikan di Sumsel, Bukan Cuma Hiburan Tapi Bernilai Edukasi 

Ringkasan Berita:
  • Wagub Sumsel Cik Ujang menerima Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo Sumsel untuk silaturahmi dan membahas pelestarian seni Reog Ponorogo di Sumatera Selatan.
  • Cik Ujang mengapresiasi peran warga keturunan Jawa yang menjaga warisan budaya serta bangga atas kontribusi paguyuban memperkenalkan Tari Gending Sriwijaya di Jawa.
  • Pemprov Sumsel menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengukuhan Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo se-Sumsel agar kesenian Reog semakin dikenal luas.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Cik Ujang menerima kunjungan perwakilan Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo Sumatera Selatan yang dipimpin Slamet Somosentono. 

Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus penyampaian aspirasi terkait pelestarian dan pengembangan seni Reog Ponorogo di Sumsel.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Tamu Wagub Sumsel beberapa waktu lalu tersebut disambut hangat oleh Cik Ujang

Ia mengapresiasi komitmen warga keturunan Jawa di Sumsel yang terus menjaga dan mengembangkan kesenian khas Jawa Timur itu agar tetap hidup di tengah masyarakat Sumsel.

Menurut Cik Ujang, Reog Ponorogo merupakan warisan budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan memperkaya keberagaman budaya di Sumsel.

“Kami mengapresiasi warga keturunan Jawa di Sumsel yang telah mengembangkan kesenian Reog Ponorogo sebagai sarana hiburan sekaligus pelestarian budaya,” kata Cik Ujang.

Pada kesempatan tersebut, Wagub juga menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diberikan Keraton Solo kepada Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka dalam melestarikan budaya.

Ia mengaku bangga karena paguyuban tersebut turut membawa penari serta memperkenalkan Tari Gending Sriwijaya dalam festival kesenian di Ponorogo, Jawa Timur.

“Terima kasih telah memperkenalkan Tari Gending Sriwijaya dalam event kesenian di Pulau Jawa. Saya selalu mendukung warga Sumsel keturunan Jawa yang tetap melestarikan kesenian daerah asalnya,” katanya.

Baca juga: PLN Hadirkan Reog Ponorogo di Acara Exhibition Pencak Silat,Meriahkan Pra Olimpiade Paris 2024

Baca juga: Ternyata Segini Tarif Reog Ponorogo di Sumsel, Dihitung per Jam

Ke depan, Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo Sumsel berencana menggelar pengukuhan paguyuban se-Sumsel di Griya Agung sebagai upaya memperluas pengenalan seni Reog kepada masyarakat. 

Menanggapi rencana tersebut, Cik Ujang menyatakan dukungan penuh.

“Kami siap mendukung dan menyambut baik rencana pengukuhan se-Sumsel agar kesenian Reog semakin dikenal luas oleh masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat Paguyuban Pawargo Sumsel Slamet Somosentono didampingi Ketua Paguyuban Pawargo Reog Ponorogo Sumsel Mujianto mengatakan bahwa Reog Ponorogo di Sumsel tetap dilestarikan sebagai seni pertunjukan budaya.

“Reog Ponorogo di Sumsel tidak hanya diisi oleh warga Ponorogo, tetapi juga masyarakat Sumsel, khususnya Palembang, yang mencintai kesenian,” katanya.

Ia menjelaskan, satu tim Reog biasanya melibatkan sekitar 30 hingga 40 orang dengan durasi pertunjukan sekitar satu jam, dan dapat ditampilkan untuk mengisi berbagai acara masyarakat.
 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved