Berita Palembang
Harga Cabai Merah Keriting di Sumsel Turun Hingga Rp 30 Ribu Perkilo Usai Nataru 2026
Jika sebelumnya dijual sekitar Rp 40 ribu per kilogram, kini harganya turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Harga cabai merah keriting di Sumsel turun dari Rp40 ribu menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram usai momen Natal dan Tahun Baru.
- DKPP Sumsel menyebut penurunan berlangsung bertahap seiring turunnya permintaan, sementara produksi tetap normal.
- Dengan HAP petani di kisaran Rp22 ribu–Rp29.600 per kilogram, petani dinilai belum merugi.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga cabai merah keriting di Sumatera Selatan mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Jika sebelumnya dijual sekitar Rp 40 ribu per kilogram, kini harganya turun menjadi Rp 30 ribu per kilogram.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan, Ruzuan Efendi mengatakan, penurunan terjadi secara bertahap setelah momen Natal dan Tahun Baru 2026.
“Harganya turun bertahap seusai momen Natal dan Tahun Baru. Tidak anjlok, harga itu masih normal. Kalau di bawah Rp 15 ribu per kilogram baru bisa dikatakan anjlok,” ujar Ruzuan, Selasa (20/1/2026).
Baca juga: Daftar Harga Sembako di Palembang 19 Januari 2026, Cabai Merah Keriting Turun Jadi Rp 31.667/ Kilo
Baca juga: Daftar Harga Sembako di Sumsel 18 Januari 2026, Cabai Merah Keriting Rp 34.567 / Kilo
Ia menjelaskan, saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), permintaan sejumlah bahan pangan meningkat, termasuk cabai merah keriting, sehingga harga sempat naik.
Namun, setelah momen tersebut berlalu, permintaan mulai menurun dan berdampak pada penyesuaian harga.
“Penurunan permintaan tidak terjadi secara drastis, hanya bertahap. Sementara produksi saat ini masih normal, tidak sampai menumpuk maupun berkurang,” jelasnya.
Ruzuan menambahkan, harga acuan pembelian (HAP) cabai merah keriting di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp 22 ribu hingga Rp 29.600 per kilogram.
Dengan harga tersebut, petani dinilai masih tidak mengalami kerugian.
“Petani baru bisa dikatakan rugi jika harga jual turun hingga Rp 15 ribu per kilogram,” katanya
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
| Kemarau Tahun Ini di Sumsel Diprediksi Lebih Kering, Puncaknya Agustus 2026 |
|
|---|
| Tangis Histeris Ibu Remaja Putri di Palembang yang Tewas Tenggelam di Jembatan Keruk Kertapati |
|
|---|
| Remaja Putri Ditemukan Tewas di Selokan Jalan Ratu Alamsyah Prawira Negara Palembang |
|
|---|
| Remaja Putri di Palembang Tenggelam Saat Mandi di Sungai Jembatan Keruk Kertapati |
|
|---|
| Pohon Ratusan Tahun di TPU Naga Swidak Roboh Diterjang Angin Kencang, Puluhan Makam Rusak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Harga-Cabai-di-Pasar-Pulo-Mas-Empat-Lawang-Naik-Tipis-Rp-50-Ribu-Perkilo-Bawang-Stabil.jpg)