Berita Palembang
Kemarau Tahun Ini di Sumsel Diprediksi Lebih Kering, Puncaknya Agustus 2026
Menghadapi tantangan musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering, BMKG Stasiun
Ringkasan Berita:
- BMKG Sumsel memprediksi musim kemarau mulai akhir Mei 2026 dengan sifat lebih kering dari biasanya dan puncak pada bulan Agustus.
- Kepala Staklim Sumsel meminta warga tidak panik dan meluruskan bahwa fenomena yang terjadi adalah variasi kategori lemah hingga kuat, bukan "El Nino Godzilla".
- Masyarakat dan pemerintah diimbau mewaspadai potensi kekeringan, titik panas (hotspot), serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Menghadapi tantangan musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan lebih kering, BMKG Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan terus memberikan sosialisasi ke semua pihak terkait agar mewaspadai dampak kemarau tahun ini.
Sosialisasi ini ditujukan baik bagi pemerintah daerah, pelaku industri pangan, maupun masyarakat terkait dampak dan upaya antisipasi yang harus dilakukan.
Kepala Staklim Sumsel, Dr. Wandayantolis, mengatakan satu hal penting yang perlu masyarakat pahami agar tidak panik adalah BMKG meluruskan istilah “El Nino Godzilla” yang sempat beredar dan bisa memicu salah tafsir.
Wandayantolis menekankan bahwa yang terjadi adalah variasi kategori lemah hingga kuat, bukan istilah yang mengerikan tersebut.
"Bukan El Nino Godzilla," katanya, Minggu (26/4/2026).
Dengan prediksi kemarau yang akan mulai menyapa di akhir Mei 2026, sinergi ini menjadi jaminan bagi petani bahwa pemerintah dan BMKG hadir mendampingi untuk menjaga target produksi pangan agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi dan ekonomi keluarga tetap stabil.
Wandayantolis memaparkan bahwa sebagian besar wilayah kita akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei mendatang.
Yang perlu diwaspadai, sifat kemarau tahun ini diprediksi berada di bawah normal alias lebih kering dari biasanya, dengan puncaknya yang jatuh pada bulan Agustus.
Oleh sebab itu, masyarakat perlu mewaspadai dampak kemarau yakni kekeringan, potensi munculnya titik panas, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, BMKG memprediksi hingga akhir April 2026, peluang lebih dari 40 persen terjadinya curah hujan rendah masih akan terjadi di sebagian kecil OKI bagian selatan.
Sedangkan peluang curah hujan menengah lebih besar atau lebih dari 80 % diprediksi terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan.
Adapun peluang curah hujan tinggi lebih kecil, yakni hanya 30 persen saja yang diprediksi terjadi di sebagian kecil Musi Rawas Utara bagian barat.
| Tangis Histeris Ibu Remaja Putri di Palembang yang Tewas Tenggelam di Jembatan Keruk Kertapati |
|
|---|
| Remaja Putri Ditemukan Tewas di Selokan Jalan Ratu Alamsyah Prawira Negara Palembang |
|
|---|
| Remaja Putri di Palembang Tenggelam Saat Mandi di Sungai Jembatan Keruk Kertapati |
|
|---|
| Pohon Ratusan Tahun di TPU Naga Swidak Roboh Diterjang Angin Kencang, Puluhan Makam Rusak |
|
|---|
| Oknum PPPK Kemenag Sumsel Dilaporkan ke Polrestabes Palembang, Diduga Tak Beri Nafkah Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Prediksi-Cuaca-Sumsel-Hari-ini-Sabtu-1-November-2025-Potensi-Hujan-Saat-Siang-di-Sejumlah-Wilayah.jpg)