Berita Palembang

Walikota Palembang Ratu Dewa Bakal Hadirkan Jalur Pedestrian Baru di Jalan Kolonel Atmo

Walikota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot)  berencana mengh

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
SAMPAH JADI LISTRIK - Walikota Palembang, Ratu Dewa menerima audiensi dengan PT Green Power, perusahaan yang bertanggung jawab atas implementasi Proyek PSEL. 
Ringkasan Berita:
  • Walikota Palembang Ratu Dewa rencanakan jalur pedestrian baru di Jalan Kolonel Atmo setiap akhir pekan.
  • Pedestrian Sudirman dialihkan ke Kolonel Atmo untuk atasi kemacetan dan menata pedagang.
  • Kawasan baru diharapkan jadi ruang publik tertata, pusat UMKM, dan penggerak ekonomi warga.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,-- Walikota Palembang Ratu Dewa mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot)  berencana menghadirkan ruang publik baru dengan menjadikan kawasan Jalan Kolonel Atmo sebagai jalur pedestrian baru yang dilaksanakan setiap akhir pekan.

Dengan kawasan pedestrian baru itu, ia memastikan dikawasa  sebelumnya Jl Jenderal Sudirman akan dialihkan ke Jl Kolonel Atmo, untuk menghilangkan krodit kemacetan di Palembang selama ini.

"Pastinya, rencana ini sedang kita usulkan ke Provinsi, mengingat jalan Kolonel Atmo adalah jalan provinsi, dan di Jalan Jenderal  Sudirman akan dialihkan untuk mengatasi krodit kemacetan yang ada,"kata Dewa, Senin (5/1/2026) di kantor Walikota Palembang.

Disampaikan Ratu Dewa hal ini, sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas masyarakat sekaligus menggairahkan ekonomi warga.

Menurut Ratu Dewa, Jalan Kolonel Atmo dipilih sebagai alternatif pengganti kawasan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman yang saat ini tidak lagi aktif. Dengan konsep yang lebih tertata, kawasan ini diharapkan mampu menjadi pusat interaksi warga, tempat rekreasi keluarga, serta ruang promosi bagi pelaku UMKM.

“Setiap akhir pekan Jalan Kolonel Atmo akan kita jadikan kawasan pedestrian. Ini menjadi solusi agar masyarakat tetap memiliki ruang publik yang nyaman dan terkelola, dan nanti akan dilakukan bertahap,” paparnya.

Ratu Dewa menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, status Jalan Kolonel Atmo merupakan jalan milik provinsi, sehingga diperlukan izin resmi sebelum pelaksanaan pedestrian dimulai.

“Asisten nanti  akan segera berkoordinasi dengan Sekda Pemerintah Provinsi. Kita minta izin sekaligus menggelar rapat teknis," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Ratu Dewa menekankan pentingnya penataan yang matang. Ia tidak ingin kawasan pedestrian hanya menjadi tempat berkumpul tanpa pengelolaan yang jelas. Oleh karena itu, pembagian tanggung jawab harus ditentukan sejak awal, terutama terkait keberadaan pedagang kaki lima dan pelaku UMKM mikro.

“Harus jelas siapa yang mengelola PKL dan UMKM. Apakah nanti pedagang diberikan identitas seperti ID card, bagaimana pengaturan kebersihan dan sampahnya, hingga penataan parkir. Semua ini harus disiapkan dengan rapi,” tegasnya, seraya Fasum yang ada perlu dilakukan perbaikan termasuk penerangan jalan 

Ia juga memastikan bahwa para pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan Jalan Sudirman akan dialihkan ke Jalan Kolonel Atmo. Dengan demikian, tidak ada lagi aktivitas berdagang yang tidak tertata di kawasan Sudirman, sementara Kolonel Atmo bisa berkembang menjadi sentra baru yang lebih terorganisir.

Lebih jauh, Ratu Dewa berharap kawasan pedestrian ini tidak hanya menjadi tempat jalan-jalan, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar. Kehadiran UMKM, hiburan rakyat, dan ruang interaksi sosial diyakini akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Harapan kita, Jalan Kolonel Atmo bisa menjadi ruang publik yang hidup, aman, dan nyaman. Di sini masyarakat bisa berkumpul, UMKM berkembang, dan ekonomi warga sekitar ikut terangkat,” pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved