Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Sebut Nyawa Terancam, 3 Brimob Ungkap Situasi Mencekam Sebelum Lindas Ojol: Pintu Dibuka Mati Kita

Para polisi Brimob mengaku nyawa mereka juga terancam karena kondisi chaos sebelum melindas driver ojol, Affan, pintu mobil sempat ditarik massa

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
IG/idextratime
ANGGOTA BRIMOB LINDAS OJOL-Divisi Propam Polri menampilkan tujuh anggota Brimob, kasus kematian driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21), tampak menunduk tatapan kosong. Para polisi Brimob mengaku nyawa mereka juga terancam karena kondisi chaos sebelum melindas driver ojol, Affan, pintu mobil sempat ditarik massa 

TRIBUNSUMSEL.COM- Kasus tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online yang terlindas rantis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, masih jadi perhatian banyak orang.

Dari pemeriksaan internal divisi Propam, muncul tiga pengakuan penting dari anggota Brimob yang ada di dalam kendaraan rantis saat kejadian.

Adapun ketujuh anggota Brimob adalah Kompol Cosmas Kaju Gae, Aipda M Rohyani, Bripka Rohmat, Briptu Danang, Bripda Mardin, Bharaka Jana Edi, dan Bharaka Yohanes David.

Ketujuhnya dipastikan resmi diproses oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

Baca juga: Tampang Kompol Cosmas Kaju Gae Perwira di Dalam Rantis Brimob Lindas Ojol, Punya Jabatan Penting

Para polisi tersebut mengaku nyawa mereka juga terancam karena kondisi chaos. 

Pada pemeriksaan tersebut, anggota Brimob tersebut mengatakan dalam situasi mencekam itu, pintu mobil sempat ditarik massa pedemo sehingga membuat nyawa mereka terancam.

“Waktu saya maju blokade itu banyak pedemo mengikuti pak, massa itu sempat mau membuka pintu pak,” ujar anggota Brimob tersebut dalam pemeriksaan Propam yang disiarkan live, Jumat (29/8/2025).

Ia mengaku bersama rekannya berusaha keras menahan pintu mobil agar tidak sampai terbuka.

Menurutnya, jika pintu sampai kebuka, keselamatan mereka bisa melayang.

“Ada pak belakang, saya bersama Baraka D dan Bripda M menahan pintu pak. Bagaimana caranya pintu jangan sampai kebuka. Kalau kebuka pasti mati kita,” ungkapnya.

Situasi semakin mencekam karena massa tidak hanya berusaha membuka pintu, tetapi juga melempari mobil dengan batu. 

“Pemotor mengikut (kejar) pak, melempari (batu),” ujarnya.

Rantis Mengalami Kendala

Tak hanya itu, ia mengungkap rantis yang mereka tumpangi juga mengalami kendala teknis. Sang sopir menyebut kendaraan tidak bisa melaju cepat setelah terkena lemparan massa.

“Setelah itu, saya lihat kaca belakang. Di situ driver bilang mobil ini tidak bisa melaju cepat, ada trouble. Entah karena dilempar mesinnya kena atau apa sehingga mobil itu tidak bisa melaju cepat, Pak,” katanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved