Kecelakaan Kereta di Bekasi
Pengakuan Masinis KA Argo Bromo Soal Tabrak KRL Tewaskan 15 Orang, Sinyal Hijau Mendadak Eror
Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, selamat memberikan kesaksian sebelum dan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur Senin, 27 April 2026
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum dan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
- Saat dalam perjalanan kereta relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Ia mengaku adanya kendala pada sistem persinyalan yang ia lalui.
- Dikejutkan dengan perubahan warna sinyal secara mendadak yang tidak sesuai dengan prosedur operasional standar.
TRIBUNSUMSEL.COM - Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, selamat dari insiden kecelakaan maut setelah menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.
Di tengah proses evakuasi yang mencekam, masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandi, memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum benturan keras itu terjadi.
Momen tersebut diuraikan saat diwawancarai seorang YouTuber @trainspotter_id yang terjadi sebelum dan pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026.
Baca juga: Sosok Nofiandi, Masinis KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Tabrak KRL di Bekasi Tewaskan 15 Korban
Dalam percakapannya setelah kejadian, Nofiandi mengungkapkan bahwa keretanya tengah melaju dalam kecepatan tinggi sesuai prosedur jalur cepat.
Saat itu, ia dalam perjalanan kereta relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
Namun, ia mengaku adanya kendala pada sistem persinyalan yang ia lalui.
Nofiandi menyebutkan bahwa saat ia melaju, kondisi jalur seharusnya aman karena warna sinyal hijau.
Namun, ia dikejutkan dengan perubahan warna sinyal secara mendadak yang tidak sesuai dengan prosedur operasional standar.
"Miskomunikasi tadi apa gimana, Pak?" tanya YouTuber @trainspotter_id.
"Enggak miskomunikasi, kayaknya tadi ada sinyalnya ini yang eror. Tadi nginfoin PK-nya cuma saya belum copy informasi sepenuhnya, udah keburu sinyalnya merah," bebernya.
"Jadi itu mendadak merah ya, Pak?" tanyanya.
Ia menambahkan bahwa secara teknis, jika sinyal dari stasiun sebelumnya (Bekasi) menunjukkan warna hijau, seharusnya sinyal berikutnya menunjukkan warna kuning sebagai peringatan, bukan langsung berubah menjadi merah (tanda berhenti total).
"Dibilang mendadak sih enggak, cuma kan itu harusnya gak bisa langsung merah, soalnya dari Bekasinya hijau. Harusnya sini maksimal kuning, tidak bisa merah," ungkap Noviandi setelah insiden saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Baca juga: Profil Arifah Fauzi, Menteri PPPA Yang Usulkan Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Usai Kecelakaan KRL
Saat peristiwa terjadi, kereta sedang dipacu mendekati batas maksimal.
"Tadi kecepatan lumayan, sudah 110-an (km/jam)," tambahnya.
KA Argo Bromo Anggrek
Nofiandi
kecelakaan Kereta Bekasi Timur
Tribunsumsel.com
bekasi
Bekasi Timur
KRL
| Sosok Nofiandi, Masinis KA Argo Bromo Anggrek Kecelakaan Tabrak KRL di Bekasi Tewaskan 15 Korban |
|
|---|
| Profil Arifah Fauzi, Menteri PPPA Yang Usulkan Gerbong Wanita Dipindah ke Tengah Usai Kecelakaan KRL |
|
|---|
| Sosok Nuryati, Pengurus Muslimat NU Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi, Menteri PPPA Berduka |
|
|---|
| Daftar 10 Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Berhasil Teridentifikasi RS Polri, Semua Wanita |
|
|---|
| "Jemput Aku Ya", Pesan Terakhir Karyawati Kompas TV Sebelum Jadi Korban Tragedi Kereta Bekasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Masinis-KA-Argo-Bromo-Anggrek-Nofiandi-selamat-memberikan-kesaksian-sebelum-dan-pas.jpg)